Derita Warga Desa Juar Aceh Tamiang : Kelaparan dan Kehilangan Harta Setelah Banjir Bandang

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 18 Desember 2025 | 11:05 WIB
cerita pilu seorang pria di desa pedalaman Aceh Tamiang yang menjadi korban bencana banjir bandang - WartaPesona.com (Penaonline.id)
cerita pilu seorang pria di desa pedalaman Aceh Tamiang yang menjadi korban bencana banjir bandang - WartaPesona.com (Penaonline.id)

WartaPesona.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial kembali membuka mata publik tentang beratnya kondisi warga di desa pedalaman Aceh Tamiang pasca banjir bandang.

Dalam video tersebut, seorang pria lanjut usia tampak menceritakan dengan nada lirih kondisi desanya yang hingga kini masih terpuruk setelah diterjang bencana besar pada akhir November 2025 lalu.

Aceh Tamiang diketahui menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak banjir bandang.

Derasnya aliran air dari daerah hulu tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghancurkan infrastruktur desa, memutus akses jalan, serta meluluhlantakkan sumber penghidupan warga.

Baca Juga: Tiga Hari Menahan Lapar dan Haus, Warga Aceh Tamiang Hanya Terima Beras Dua Gelas

Hingga berminggu-minggu setelah kejadian, sebagian warga masih bertahan di desa mereka dengan segala keterbatasan.

Pria dalam video tersebut merupakan warga Desa Juar, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan yang mereka terima masih sangat minim.

Bersama warga lainnya, ia memilih tetap bertahan di kampung halaman yang kini nyaris porak-poranda akibat banjir bandang.

Kondisi memilukan itu diunggah melalui akun TikTok @gracefie pada Rabu, 17 Desember 2025.

Dalam keterangan video, pengunggah menuliskan permohonan perhatian untuk warga yang terdampak.

Baca Juga: Ketua Posko Aceh Pilih Mengalah : “Biarkan Beras Ini untuk Desa yang Belum Tersentuh Bantuan”

“Mereka masih bertahan dengan keterbatasan. Mohon perhatian dan uluran tangan,” demikian bunyi tulisan dalam unggahan tersebut.

Dengan raut wajah lelah dan suara bergetar, pria tua itu bercerita kepada para relawan tentang hari-hari berat yang ia lalui sejak musibah terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X