WartaPesona.com – Di tengah keterbatasan dan tekanan berat yang dialami para korban pascabanjir, secercah harapan dan teladan kemanusiaan muncul dari sebuah posko pengungsian di Aceh.
Seorang ketua posko menunjukkan sikap luar biasa yang menyentuh hati banyak orang, ketika ia dengan penuh kesadaran memilih tidak menimbun bantuan untuk wilayahnya sendiri, melainkan mengarahkan bantuan logistik ke desa lain yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan.
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Dalam situasi darurat yang serba terbatas, ketua posko itu menilai bahwa keadilan distribusi bantuan menjadi kunci utama agar tidak ada warga yang benar-benar terabaikan.
Ia menyadari bahwa meskipun posko yang ia kelola juga terdampak banjir, namun masih ada wilayah lain yang kondisinya lebih kritis dan membutuhkan pertolongan segera.
Baca Juga: Kebun Habis Diterjang Banjir, Ayah di Aceh Tamiang Bingung Penuhi Biaya Sekolah Anak
Aksi solidaritas yang sarat nilai kemanusiaan ini terekam dalam sebuah video yang kemudian dibagikan melalui akun Instagram @alkadrilubis pada Selasa, 16 Desember 2025.
Video tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons positif dari warganet. Banyak yang terharu melihat sosok pria sederhana yang dengan rendah hati menolak tambahan bantuan demi memastikan warga lain tidak kelaparan.
Dalam rekaman video itu, sang ketua posko dengan tenang memberikan penjelasan kepada para pemberi bantuan.
Ia menyampaikan bahwa masih ada daerah lain yang saat itu berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, yakni Kampung Sekumur.
Menurutnya, wilayah tersebut menghadapi situasi darurat yang lebih berat, dengan jumlah pengungsi yang besar serta adanya laporan warga yang hilang akibat banjir.
Baca Juga: BNPB Hadir untuk Aceh Utara, Kepala BNPB Janjikan Dukungan Penuh
“Ada Kampung Sekumur, sekitar 300 kepala keluarga, orang hilang,” ucap pria tersebut dalam video, dengan nada suara yang mencerminkan keprihatinan mendalam.
Ia kemudian meminta agar bantuan logistik, khususnya beras, dialihkan ke kampung tersebut. Bukan karena ia dan warganya menolak bantuan, melainkan karena ia tidak ingin melihat ketimpangan di tengah penderitaan bersama.
Baginya, menerima bantuan berlebih sementara wilayah lain kekurangan adalah hal yang tidak sejalan dengan nurani.
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Ungkap Keteguhan Warga Aceh Tengah, Panen Cabe Jadi Penggerak Ekonomi
Rumah Musnah, Suami Hilang, Ibu di Aceh Utara Rawat Anak Sakit di Tenda Pengungsian
BNPB Hadir untuk Aceh Utara, Kepala BNPB Janjikan Dukungan Penuh
Kebun Habis Diterjang Banjir, Ayah di Aceh Tamiang Bingung Penuhi Biaya Sekolah Anak