“Kami arahkan ke sana, Pak. Beras lagi, Pak. Siapa yang enggak mau?” ucapnya, seraya menegaskan bahwa keputusannya bukan didasari penolakan, tetapi rasa empati.
Ketua posko itu juga memaparkan kondisi stok pangan di poskonya secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa persediaan logistik di tempatnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Kampung Sekumur hanya memiliki stok pangan yang sangat terbatas dan berisiko mengalami krisis dalam waktu singkat.
“Stok kami masih cukup untuk lima hari. Kalau mereka, paling hanya cukup untuk satu hari,” katanya, membandingkan kondisi antarposko dengan jujur dan apa adanya.
Baca Juga: Rumah Musnah, Suami Hilang, Ibu di Aceh Utara Rawat Anak Sakit di Tenda Pengungsian
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya data dan keterbukaan informasi dalam penyaluran bantuan bencana.
Dengan mengetahui kondisi riil di lapangan, keputusan yang diambil tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga rasional dan tepat sasaran.
Di akhir penjelasannya, sang ketua posko menyampaikan pesan yang begitu mendalam dan menggugah hati.
Ia mengingatkan bahwa di tengah musibah besar, sifat serakah seharusnya ditekan, dan empati justru harus diperkuat.
“Bukan kami enggak mau, cuma kan hati kecil kita, ngapain kita rakus,” pungkasnya, kalimat sederhana yang sarat makna.
Sikap ini pun mendapat banyak pujian dari masyarakat luas. Warganet menilai tindakan sang ketua posko sebagai contoh nyata kepemimpinan berbasis nurani, yang mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok sendiri.
Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai potret asli gotong royong dan nilai persaudaraan yang masih kuat di tengah masyarakat Aceh.
Baca Juga: Ferry Irwandi Ungkap Keteguhan Warga Aceh Tengah, Panen Cabe Jadi Penggerak Ekonomi
Di tengah bencana yang membawa duka dan kehilangan, kisah ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak pernah tenggelam bersama banjir.
Justru dari situasi paling sulit, lahir keteladanan yang mampu menguatkan sesama dan menumbuhkan harapan bahwa kepedulian masih menjadi fondasi utama dalam menghadapi musibah bersama. *****
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Ungkap Keteguhan Warga Aceh Tengah, Panen Cabe Jadi Penggerak Ekonomi
Rumah Musnah, Suami Hilang, Ibu di Aceh Utara Rawat Anak Sakit di Tenda Pengungsian
BNPB Hadir untuk Aceh Utara, Kepala BNPB Janjikan Dukungan Penuh
Kebun Habis Diterjang Banjir, Ayah di Aceh Tamiang Bingung Penuhi Biaya Sekolah Anak