Ia menilai bahwa inkonsistensi kebijakan dan lemahnya pengawasan perizinan telah memperburuk situasi lingkungan di wilayah-wilayah rawan banjir dan deforestasi.
Pertanyaan Soal Klaim Penurunan Deforestasi
Dalam paparannya, Raja Juli sebelumnya menampilkan data bahwa deforestasi di tiga provinsi disebut menurun sepanjang 2025. Namun data tersebut justru memancing pertanyaan besar dari Usman.
“Siapa yang nanam? Terus siapa yang nanam setahun ini Pak?” kritiknya dengan nada menyindir.
Menurutnya, klaim penurunan deforestasi terasa janggal karena tidak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan, di mana bencana banjir tetap terjadi dengan dampak yang sangat besar.
“Justru yang Bapak kata penurunan itu malah banjir. Kalau dengan logika itu, ya jangan diturunkan deforestasinya Pak, biar aja begitu supaya enggak banjir,” ujar Usman dengan nada sinis.
Baca Juga: Tiga Korban Longsor Ditemukan di Tapanuli Tengah, Warga Terisolir Bertahan Hidup dengan Makan Durian
Kritik Lebih Luas terhadap Tata Kelola Kehutanan
Tidak hanya soal data dan izin, sejumlah anggota dewan lain juga mempertanyakan kebijakan jangka panjang Kementerian Kehutanan dalam mengatasi kerusakan hutan, alih fungsi lahan, serta lemahnya rehabilitasi kawasan hutan yang rusak.
Mereka menilai bahwa banjir besar yang melanda Sumatera bukan hanya akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim, tetapi juga hasil dari kerusakan lingkungan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius.
Beberapa anggota DPR menegaskan bahwa pangkal masalahnya adalah lemahnya pengawasan terhadap pembukaan lahan baru, lemahnya penegakan hukum, hingga minimnya program rehabilitasi yang benar-benar menyentuh area kritis.
Respons Raja Juli Masih Dinantikan
Hingga rapat berlangsung, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni belum memberikan respons panjang atas kritik tersebut.
Namun ia berjanji akan menyampaikan penjelasan lebih komprehensif dalam rapat lanjutan.
Artikel Terkait
Data Korban Terus Bertambah, Operasi Pencarian di Sumatera Diperluas hingga Daerah Terpencil
Tiga Korban Longsor Ditemukan di Tapanuli Tengah, Warga Terisolir Bertahan Hidup dengan Makan Durian
Zulhas : Kerusakan Lingkungan hingga Aktivitas Manusia Perburuk Dampak Banjir dan Longsor di Sumatera
Ferry Irwandi Ungkap Beratnya Distribusi Bantuan di Tengah Bencana Sumatera : Peran Vital TNI-Polri hingga Tangis Haru di Aceh Tamiang