Desa Wisata Pemuteran di Bali dinobatkan sebagai Best Tourism Village 2025 oleh UN Tourism, sementara Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi masuk dalam kategori Upgrade Programme.
Desa-desa wisata yang telah mendapat pengakuan serupa pada tahun-tahun sebelumnya terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisata hingga 13,10 persen serta menaikkan pendapatan masyarakat sebesar 22,46 persen.
Dengan capaian terbaru ini, pemerintah berharap manfaat ekonomi yang sama akan dirasakan lebih luas lagi.
Upaya pengembangan pariwisata ramah muslim juga terus diperkuat. Bersama BPJPH, pemerintah telah memberikan sertifikasi halal kepada 438 produk UMKM dan menargetkan perluasan program ini ke 1.500 desa wisata di 15 provinsi. Selain itu, peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 menjadi tonggak penting dalam mengukur kesiapan daerah di Indonesia dalam menyambut wisatawan muslim sesuai standar global GMTI.
Dengan berbagai langkah strategis, program kolaboratif, serta capaian internasional yang terus bermunculan, Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pariwisata Indonesia yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.*****
Baca Juga: Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Pencernaan yang Sehat
Artikel Terkait
Lebih 200.000 wisatawan kunjungi Destinasi Wisata di Kepulauan Seribu, Pulau Pari terfavorit
Suasana Hari Terakhir Museum Mini KRL Jalita: Antusiasme Pecinta Kereta Memenuhi Gerbong Bersejarah
Pemerintah Menyiapkan Strategi dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Pariwisata.
Di Balik Kelezatan Nasi Padang: Cita Rasa, Filosofi, dan Cerita dari Ranah Minang.