Universitas Mercu Buana Dorong UMKM Terapkan Ekonomi Sirkular dan Keuangan Hijau

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 02:38 WIB
Para nara sumber dan panitia dari Universitas Mercu Buana dalam  webinar 'Green Transformation Strategies for Realizing Circular and Sharing Economy in Indonesia' yang diikuti 260 peserta dari kalangan akademisi dan pelaku UMKM - WartaPesona.com (Doc. Ist)
Para nara sumber dan panitia dari Universitas Mercu Buana dalam webinar 'Green Transformation Strategies for Realizing Circular and Sharing Economy in Indonesia' yang diikuti 260 peserta dari kalangan akademisi dan pelaku UMKM - WartaPesona.com (Doc. Ist)

Wirausaha Hijau dan Pembiayaan Berkelanjutan

Narasumber lain, Junaedi, S.E., M.M, dosen senior IPTI, menggarisbawahi pentingnya green entrepreneurial orientation dalam menciptakan model bisnis berkelanjutan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Malaysia, Siap Perkuat Peran Sentral Indonesia dalam KTT ASEAN ke-46 Bertema Inklusivitas dan Keberlanjutan

Ia menilai, literasi lingkungan yang rendah dan keterbatasan modal masih menjadi hambatan bagi banyak pelaku UMKM.

“Diperlukan pendampingan berkelanjutan, pelatihan kompetensi hijau, dan dukungan pembiayaan ramah lingkungan,” katanya.

Dukungan finansial tersebut turut dijelaskan oleh Lutfi Alhazami, S.E., M.M, Kepala Pusat MKCU dan MBKM UNDIRA, yang menguraikan berbagai instrumen keuangan hijau seperti green bonds, sustainability-linked loans (SLL), dan carbon credits.

Ia mencontohkan studi kasus PT Surya Terang, yang berhasil menurunkan biaya operasional sekaligus meningkatkan reputasi melalui penerapan prinsip keuangan berkelanjutan.

Kolaborasi Akademisi, Industri, dan Pemerintah

Dari hasil diskusi, para narasumber sepakat bahwa percepatan transformasi hijau di Indonesia memerlukan sinergi tiga pilar utama: akademisi, industri, dan pemerintah (triple helix).

Baca Juga: Desa Penglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia yang Menjadi Inspirasi Keberlanjutan Lingkungan

Pemerintah diharapkan memperkuat kebijakan dan insentif bagi perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan, sementara perguruan tinggi perlu mengintegrasikan kurikulum berbasis lingkungan dalam berbagai disiplin ilmu.

Tingginya partisipasi mahasiswa—mencapai 94,2 persen dari total peserta—menunjukkan potensi besar generasi muda dalam mendorong perubahan menuju ekonomi hijau.

Namun, keterlibatan langsung pelaku usaha dinilai masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan edukatif dan pendampingan lapangan.

Baca Juga: Industri Hijau Maluku: Pilar Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan

Membangun Ekosistem Bisnis Berkelanjutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X