Hambatan dan Arah Kebijakan
Kendati memiliki potensi besar, Sulistyono mengakui bahwa penerapan ekonomi sirkular di sektor konstruksi masih menghadapi sejumlah hambatan.
Faktor teknis dan ekonomi seperti investasi awal yang tinggi, kurangnya basis data material, serta regulasi yang belum spesifik menjadi tantangan utama.
Di sisi lain, faktor sosial dan kelembagaan seperti budaya industri yang konservatif dan rendahnya kesadaran terhadap keberlanjutan turut memperlambat perubahan.
Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan akademisi dalam bentuk kolaborasi triple helix.
Pemerintah diharapkan memperkuat kerangka regulasi dan memberikan insentif bagi perusahaan yang menerapkan prinsip sirkular.
Sementara itu, perusahaan perlu membangun budaya organisasi yang berorientasi pada tanggung jawab lingkungan dan inovasi teknologi.
“Perubahan ini tidak dapat berjalan tanpa komitmen manajemen puncak dan dukungan kebijakan nasional yang konsisten. Kepemimpinan visioner menjadi faktor kunci dalam mengarahkan transformasi menuju industri konstruksi berkelanjutan,” tegasnya.
Menuju Industri Berbasis Daur Hidup
Lebih lanjut, Sulistyono menyampaikan bahwa transformasi menuju ekonomi sirkular akan membawa industri konstruksi ke arah yang lebih adaptif dan inovatif.
Penerapan teknologi digital seperti Building Information Modelling (BIM), sistem prefabrikasi, dan material passport diyakini dapat mendukung efisiensi sumber daya serta meningkatkan transparansi rantai pasok.
“Tujuan akhirnya adalah membangun industri konstruksi berbasis life cycle yang tidak hanya berorientasi pada proyek semata, tetapi juga pada nilai keberlanjutan jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
8 Plus 4 Program Bergulir hingga Akhir 2025, Pemerintah Bidik Industri Padat Karya hingga Pekerja Lepas
Menpar Widiyanti : Kemenpar Siapkan Dua Event Akbar 2025! SEABEF dan WITF Bakal Guncang Industri MICE Asia Tenggara
WITF 2025 Jadi Magnet Baru Pariwisata Nusantara, Kemenpar Genjot Gerakan BBWI Lewat Kolaborasi Industri
Menkeu Purbaya Siap Blacklist Importir Pakaian Bekas, DPR: Langkah Tegas Selamatkan Industri Tekstil Nasional