Ir. Sulistyono Dorong Transformasi Industri Konstruksi Menuju Ekonomi Sirkular Berbasis Manajemen Strategis Berkelanjutan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 23:42 WIB
Ir. Sulistyono, M.M saat memaparkan materi tentang Circular Business Models dalam webinar 'Advancing the Circular Economy in Construction', yang diikuti para profesional, akademisi, dan pemangku kepentingan industri konstruksi - WartaPesona.com (Doc. Ist)
Ir. Sulistyono, M.M saat memaparkan materi tentang Circular Business Models dalam webinar 'Advancing the Circular Economy in Construction', yang diikuti para profesional, akademisi, dan pemangku kepentingan industri konstruksi - WartaPesona.com (Doc. Ist)

Hambatan dan Arah Kebijakan

Kendati memiliki potensi besar, Sulistyono mengakui bahwa penerapan ekonomi sirkular di sektor konstruksi masih menghadapi sejumlah hambatan.

Faktor teknis dan ekonomi seperti investasi awal yang tinggi, kurangnya basis data material, serta regulasi yang belum spesifik menjadi tantangan utama.

Di sisi lain, faktor sosial dan kelembagaan seperti budaya industri yang konservatif dan rendahnya kesadaran terhadap keberlanjutan turut memperlambat perubahan.

Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan akademisi dalam bentuk kolaborasi triple helix.

Pemerintah diharapkan memperkuat kerangka regulasi dan memberikan insentif bagi perusahaan yang menerapkan prinsip sirkular.

Sementara itu, perusahaan perlu membangun budaya organisasi yang berorientasi pada tanggung jawab lingkungan dan inovasi teknologi.

“Perubahan ini tidak dapat berjalan tanpa komitmen manajemen puncak dan dukungan kebijakan nasional yang konsisten. Kepemimpinan visioner menjadi faktor kunci dalam mengarahkan transformasi menuju industri konstruksi berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenpar Rilis Kajian “Tourism Snapshot” 2025: Kupas Peluang Green Jobs dan Masa Depan Pariwisata Hijau Indonesia

Menuju Industri Berbasis Daur Hidup

Lebih lanjut, Sulistyono menyampaikan bahwa transformasi menuju ekonomi sirkular akan membawa industri konstruksi ke arah yang lebih adaptif dan inovatif.

Penerapan teknologi digital seperti Building Information Modelling (BIM), sistem prefabrikasi, dan material passport diyakini dapat mendukung efisiensi sumber daya serta meningkatkan transparansi rantai pasok.

“Tujuan akhirnya adalah membangun industri konstruksi berbasis life cycle yang tidak hanya berorientasi pada proyek semata, tetapi juga pada nilai keberlanjutan jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X