Mentan Amran Yakin Tak Perlu Impor Beras Lagi. Ini Alasannya!

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 23:15 WIB
Petani sedang memanen padi. Produksi beras nasional naik signifikan hingga 34 juta ton pada akhir 2025. (indonesia.go.id)
Petani sedang memanen padi. Produksi beras nasional naik signifikan hingga 34 juta ton pada akhir 2025. (indonesia.go.id)

WartaPesona.com - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan ambisinya untuk mencapai swasembada beras penuh. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, Indonesia tidak lagi akan melakukan impor beras.

Pernyataan itu disampaikan Amran usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, produksi beras nasional kini sudah mencukupi kebutuhan dalam negeri tanpa tambahan pasokan dari luar negeri.

“Dua sampai tiga bulan ke depan, insyaallah Indonesia tidak impor lagi. Asal tidak ada gangguan iklim ekstrem, kita bisa swasembada,” ujar Amran kepada wartawan.

Baca Juga: Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP, Sasar Ritel Modern dan Pasar Rakyat

Langkah ini menjadi sinyal penting bahwa pemerintah mulai percaya diri terhadap kemandirian pangan nasional, bahkan lebih cepat dari target awal Presiden Prabowo yang menargetkan swasembada dalam empat tahun setelah 2024.

Produksi Beras Nasional Meningkat Signifikan

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional telah mencapai 33,1 juta ton hingga September 2025, dan diperkirakan tembus 34 juta ton pada akhir tahun.

Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan produksi tahun 2024 yang hanya sekitar 30 juta ton.

Peningkatan ini didorong oleh program intensifikasi pertanian, seperti:

  • Perluasan lahan tanam di daerah sentra padi,
  • Penambahan pupuk bersubsidi, dan
  • Modernisasi alat pertanian di berbagai daerah.

“Perkiraan produksi akhir tahun mencapai 34 juta ton. Ini peningkatan besar dibanding tahun lalu,” kata Amran.

Namun demikian, tantangan iklim ekstrem dan distribusi logistik masih menjadi ancaman utama yang harus diantisipasi agar target swasembada benar-benar tercapai.

Baca Juga: Inflasi Pangan Diklaim Turun, Mendagri Tito Soroti Peran Penyaluran Beras SPHP

Kesejahteraan Petani Ikut Naik

Selain produksi yang meningkat, kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif.
Nilai Tukar Petani (NTP) nasional kini mencapai 124,36 persen, jauh di atas target Kementerian Keuangan yang hanya 110 persen.

Amran juga mengungkapkan bahwa harga beras mengalami deflasi -0,13 persen pada September 2025, sesuatu yang jarang terjadi pada musim paceklik.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa harga pangan stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X