“Lima tahun terakhir baru kali ini beras deflasi di bulan September. Ini bukti pasokan meningkat dan kesejahteraan petani membaik,” ujar Amran optimistis.
Swasembada di Depan Mata, tapi Tantangan Belum Usai
Meski data dan optimisme pemerintah terus meningkat, masyarakat masih menunggu bukti nyata bahwa Indonesia benar-benar bisa mandiri tanpa impor beras.
Baca Juga: Bulog Tegaskan Beras SPHP Terjamin Aman, Reproses Dilakukan untuk Jaga Kualitas
Selama ini, fluktuasi cuaca dan gangguan distribusi kerap memaksa pemerintah membuka keran impor mendadak.
Kali ini, pemerintah dihadapkan pada tantangan besar menjaga keseimbangan antara produksi, harga, dan stok nasional.
Harapannya, kebijakan penghentian impor ini bukan sekadar simbol politik, melainkan langkah nyata menuju swasembada beras yang berkelanjutan dan menyejahterakan petani Indonesia.***
Artikel Terkait
Salak Bali, terkenal manis dan masir, ditanam sistem agroforestri, diakui FAO sebagai warisan pertanian penting dunia
Dorong Industri Serap Susu Lokal, Menperin Agus Gumiwang Dukung Kebijakan Menteri Pertanian
Diplomasi Persaudaraan: Prabowo dan Raja Abdullah II Kukuhkan Aliansi Palestina hingga Teknologi Pertanian
Presiden Prabowo Pimpin Tanam Padi Serentak Nasional dengan Teknologi Drone Pertanian