WartaPesona.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020-2024 dan pengusaha nasional, Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi kebijakan pemerintah terkait penerapan sistem satu pintu suplai BBM melalui Pertamina.
Melalui unggahan di media sosialnya, Sandiaga menyebut kebijakan ini dilakukan dengan tujuan baik, terutama untuk menjaga kedaulatan energi dan menghadirkan harga yang lebih terjangkau.
Namun, ia mengingatkan agar implementasi kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap mitra penyedia BBM non-Pertamina, seperti Shell, BP, dan VIVO.
“Jika ini berdampak kepada mitra-mitra penyedia BBM dan SPBU non Pertamina, ini perlu kita lakukan langkah-langkah koordinasi. Jangan sampai kebijakan yang mestinya berdampak baik justru berujung pada tambahan PHK dan ketidakpastian di sektor penyediaan energi,” tegasnya.
Baca Juga: Dari PHK 1998 ke Sukses Saratoga: Sandiaga Uno Ceritakan Titik Balik Karier Jadi Pengusaha
Sandiaga juga mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi kebijakan sekaligus mempercepat transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin di sektor tersebut.
“Saya justru mendorong, ini kesempatan baik bagi kita untuk melaksanakan evaluasi kebijakan yang lebih mendorong transisi energi menuju energi baru dan terbarukan,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi di lapangan, di mana sejumlah pekerja SPBU swasta terpaksa berjualan kopi atau kuliner kecil-kecilan akibat terdampak kebijakan baru. Ia berharap lapangan kerja harus terus bertambah, bukan berkurang.
Sandiaga menilai kondisi itu bukanlah tujuan dari kebijakan pemerintah. Karena itu, ia mengingatkan agar kebijakan satu pintu tidak berujung pada monopoli yang justru dapat menciptakan inefisiensi dan membuka peluang korupsi.
“Ayo sama-sama kita rapatkan barisan, jangan sampai kita ketinggalan. Ekonomi akan bergerak, mari kita memberikan solusi agar kita bisa memiliki kedaulatan energi baru dan terbarukan dengan harga yang terjangkau, tidak bikin kantong kempis tapi membuat kita gas abis menuju Indonesia yang keren abis,” pungkasnya.
Baca Juga: Pertamina Eco RunFest 2024: Harmoni Olahraga, Musik, dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
SPBU Swasta Sepakat Membeli BBM dari Pertamina
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan SPBU badan usaha swasta, seperti Shell Indonesia, BP-AKR, VIVO Energy, dan ExxonMobil, telah menyetujui untuk membeli BBM base fuel dari Pertamina. Kesepakatan ini diambil untuk mengatasi kekosongan pasokan BBM di SPBU swasta.
Bahlil menjelaskan cadangan BBM di SPBU swasta mulai menipis, meski pemerintah sudah memberikan tambahan kuota impor sebesar 110% dari tahun lalu. Namun kuota itu habis lebih cepat sebelum akhir 2025.
“Nah, atas dasar itu pemerintah membuat keputusan untuk tetap dilayani, tetapi itu akan diberikan lewat kolaborasi dengan Pertamina,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9/2025) di lansir dari Detikcom.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, pemerintah berharap pasokan BBM tetap terjaga sekaligus menekan potensi gejolak di lapangan akibat kebijakan satu pintu suplai.
Baca Juga: Pariwisata Indonesia Gaet Pasar Amerika dan Eropa lewat Famtrip Diving Raja Ampat
Bahlil Lahadalia Meminta Pertamina Meningkatkan Kualitas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Pertamina meningkatkan kualitas dan mutu layanan agar mampu bersaing dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell, VIVO, dan BP.
Artikel Terkait
Tour de EnTeTe 2025 Ditutup Meriah: Labuan Bajo Jadi Panggung Sport Tourism Dunia
MTQ XXXI Jatim 2025 Resmi Ditutup: Gresik Raih Juara Umum, Pameran Kaligrafi Perdana Jadi Sorotan
Kemenpar dan DPR RI Tinjau Desa Wisata Bangka Belitung, Dorong Standarisasi dan Pemberdayaan Lokal
Pariwisata Indonesia Gaet Pasar Amerika dan Eropa lewat Famtrip Diving Raja Ampat