Pariwisata Indonesia Gaet Pasar Amerika dan Eropa lewat Famtrip Diving Raja Ampat

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Rabu, 24 September 2025 | 09:16 WIB
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini memaparkan kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) wisata selam di Raja Ampat, Papua Barat Daya, 6–17 September 2025." (Kemenpar)
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini memaparkan kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) wisata selam di Raja Ampat, Papua Barat Daya, 6–17 September 2025." (Kemenpar)

WartaPesona.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan pelaku industri wisata bahari menggelar Familiarization Trip (Famtrip) khusus untuk pasar Eropa dan Amerika.

Agenda yang berlangsung pada 6–17 September 2025 di Raja Ampat, Papua Barat Daya ini diikuti oleh empat agen perjalanan wisata selam internasional: Faces of the Sea (Kanada), Dive Worldwide (Inggris), Tropical Seas Tauch und Fernreisen (Austria), serta The Wild Blue (Italia).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa Raja Ampat dipilih karena statusnya sebagai destinasi pariwisata prioritas dengan keindahan bawah laut yang diakui dunia.

“Famtrip ini memberi pengalaman langsung kepada agen perjalanan luar negeri agar mereka bisa lebih memahami daya tarik dan potensi wisata selam Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenpar dan DPR RI Tinjau Desa Wisata Bangka Belitung, Dorong Standarisasi dan Pemberdayaan Lokal

Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara III, Wisnu Sindhutrisno, menambahkan bahwa pasar Eropa dan Amerika memiliki penyelam dengan minat khusus yang tinggi, tingkat belanja besar, serta lama tinggal lebih panjang.

Kegiatan ini memperkenalkan dua jenis pengalaman wisata: liveaboard dengan kapal pinisi modern La Galigo dan resort menyelam Katembe Private Island. Model tersebut diharapkan memberi variasi paket yang bisa dipasarkan kepada wisatawan internasional.

Selama famtrip, peserta menjelajahi titik-titik selam ikonik Raja Ampat, seperti Blue Magic, Citrus Ridge, Melissa’s Garden, Manta Sandy, dan Arborek Jetty.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Singkat Tari Ketuk Tilu

Mereka menemukan beragam biota laut endemik, mulai dari pygmy seahorse, nudibranch, hingga pengalaman night dive untuk menyaksikan hiu Kalabia (walking shark) serta hiu karpet Wobbegong.

Tidak hanya bawah laut, peserta famtrip juga menyambangi Desa Sauwandarek dan Arborek, trekking ke Piaynemo untuk menyaksikan panorama karst, serta menyusuri Kampung Warsambin menuju Kalibiru dengan air jernih kebiruan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman komprehensif yang diharapkan mampu memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi bahari unggulan dunia.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: kemenpar.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X