Larangan Impor Tapioka: Cerita Amran Dipanggil Mendadak Prabowo di Tengah Krisis Singkong

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 23 September 2025 | 08:00 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memberi arahan tegas terkait impor tapioka dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri ekonomi termasuk Mentan RI, Andi Amran (Instagram.com/@a.amran_sulaiman)
Presiden RI Prabowo Subianto memberi arahan tegas terkait impor tapioka dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri ekonomi termasuk Mentan RI, Andi Amran (Instagram.com/@a.amran_sulaiman)

Baca Juga: Inggris Akui Palestina: Harapan Perdamaian Baru di Tengah Ancaman Aneksasi Israel

Larangan Terbatas dan Peraturan Menteri

Merespons kondisi itu, Amran mengumumkan larangan terbatas (lartas) impor tepung tapioka. “Atas arahan Bapak Presiden, jika produksi dalam negeri cukup, impor ditiadakan,” jelas Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, 19 September 2025.

Larangan tersebut diperkuat dua Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang diteken Mendag Budi Santoso pada 20 September 2025.

Permendag 31/2025: Mengatur impor ubi kayu dan turunannya melalui Persetujuan Impor (PI) hanya untuk importir pemegang API-P dengan rekomendasi teknis Kementerian Perindustrian atau Neraca Komoditas.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun Absen, Prabowo Siap Tambah Babak Baru Diplomasi RI di Sidang PBB

Permendag 32/2025: Membatasi impor etanol untuk menjaga stabilitas harga molases sekaligus mendukung swasembada gula dan energi hijau.

Budi Santoso menegaskan, kebijakan ini bertujuan menjaga kebutuhan industri, melindungi petani, sekaligus memastikan kepastian pasokan bahan baku strategis nasional.

Dengan keputusan cepat ini, pemerintah berharap harga singkong stabil, industri lokal terlindungi, dan impor hanya dilakukan saat benar-benar dibutuhkan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X