Mengukir Masa Depan Bersama: Indonesia dan Australia Perkuat Pilar Strategis dari Pertahanan hingga UMKM

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Jumat, 16 Mei 2025 | 10:26 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan keterangan pers bersama usai menggelar serangkaian pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (15/05/2025). (Foto: Setneg.go.id)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan keterangan pers bersama usai menggelar serangkaian pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (15/05/2025). (Foto: Setneg.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, 15 Mei 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menggelar konferensi pers bersama di Istana Merdeka usai pertemuan bilateral yang mengukuhkan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis komprehensif.

Pertemuan ini menandai langkah awal yang signifikan dalam masa jabatan kedua PM Albanese dan menjadi simbol penting bagi hubungan bilateral yang erat, setara, dan saling menguntungkan.

Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan atas kunjungan PM Albanese yang dilakukan hanya sehari setelah pelantikannya.

Baca Juga: Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran

"Ini adalah sebuah kehormatan besar dan bentuk penghormatan yang tinggi bagi bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.

Ia menegaskan bahwa sebagai tetangga dekat dengan sejarah panjang hubungan baik, Indonesia dan Australia memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas dan kerja sama regional.

Salah satu pilar utama kerja sama yang ditegaskan dalam pertemuan ini adalah sektor pertahanan.

Baca Juga: Mendukung Penurunan Berat Badan Pasca Persalinan: Kombinasi Pola Makan Sehat dan Aktivitas Fisik Ringan bagi Ibu Menyusui

Kedua negara sepakat untuk menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan yang telah disepakati pada tahun sebelumnya.

Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat interoperabilitas, keamanan kawasan, serta membangun kepercayaan strategis antar angkatan bersenjata kedua negara.

Di sektor ekonomi, Presiden Prabowo mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi antara kedua negara, khususnya dalam bidang pertanian, perikanan, dan pemberdayaan UMKM.

Baca Juga: Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji

Ia menekankan pentingnya partisipasi Australia dalam mendukung peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha kecil di Indonesia agar mampu menembus pasar global.

“Kami berkomitmen untuk memastikan produk-produk unggulan Indonesia, seperti buah-buahan dan hasil laut, mampu memenuhi standar ekspor internasional, termasuk ke pasar Australia,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X