Ribuan Lampion Waisak Terangi Langit Borobudur: Simbol Harapan dan Doa untuk Dunia yang Damai

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 14 Mei 2025 | 09:22 WIB
Menag melepas lampion di Borobudur saat puncak perayaan waisak, Senin (12/5/2024). (Foto: Kemenag.go.id)
Menag melepas lampion di Borobudur saat puncak perayaan waisak, Senin (12/5/2024). (Foto: Kemenag.go.id)

WartaPesona.com- Magelang, 12 Mei 2025 — Candi Borobudur kembali menjadi saksi bisu peristiwa spiritual nan megah dalam perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 M.

Ribuan umat Buddha berkumpul dalam ketenangan malam, menyatu dalam doa dan harapan yang terpatri dalam setiap lampion yang dilepaskan ke langit.

Peristiwa ini tak sekadar menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga simbol universal harapan akan kedamaian, kebebasan batin, dan kebersamaan umat manusia.

Baca Juga: Menjaga Berat Badan Ideal: Manfaat Diet Sehat dengan Protein Tinggi untuk Komposisi Tubuh yang Lebih Baik

Saat malam menjelang puncaknya, ribuan lampion mulai terangkat ke langit dari pelataran Candi Borobudur, menciptakan pemandangan magis dan menenangkan.

Dalam tradisi Waisak, pelepasan lampion bukan hanya menjadi atraksi visual, tetapi juga tindakan simbolis melepas ego, penderitaan, dan harapan menuju keheningan batin.

Setiap lampion membawa doa yang terselip: untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan seluruh dunia.

Baca Juga: Menpar Serukan Evaluasi Keselamatan Wisata Maritim Pasca Insiden Kapal di Bengkulu

Doa-doa tersebut dipimpin oleh Bhante yang mengajak seluruh umat untuk memancarkan energi kedamaian tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk seluruh penjuru dunia.

Dalam suasana hening dan penuh refleksi, Bhante berkata dengan lembut namun penuh makna, “Pancarkanlah kepada seluruh Indonesia.

Pancarkanlah terus menerus pada seluruh manusia di dunia ini, semoga cahaya terang ini dari dalam dan luar diri kita menerangi dunia lebih terang lagi.”

Baca Juga: Pentingsari Menuju Panggung ASEAN: Komitmen Berkelanjutan Pariwisata Berbasis Komunitas

Rangkaian doa itu bukan hanya sebatas lisan, melainkan merupakan wujud dari ketulusan umat dalam mengirimkan energi baik.

Keheningan yang menyelimuti Borobudur malam itu menjadi simbol dari harapan akan dunia yang bebas dari konflik dan penderitaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X