Pentingsari Menuju Panggung ASEAN: Komitmen Berkelanjutan Pariwisata Berbasis Komunitas

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Senin, 12 Mei 2025 | 20:02 WIB
Menpar Widiyanti Putri Wardhana menjajal daya tarik wisata membuat wayang rumput saat kunjungannya ke Desa Wisata Pentingsari, Jumat (9/5/2025). (Foto: Kemenpar.go.id)
Menpar Widiyanti Putri Wardhana menjajal daya tarik wisata membuat wayang rumput saat kunjungannya ke Desa Wisata Pentingsari, Jumat (9/5/2025). (Foto: Kemenpar.go.id)

WartaPesona.com- Pentingsari, 11 Mei 2025 – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman, DIY, sebagai bentuk dukungan atas pencapaian desa tersebut yang baru-baru ini menyabet Community Based Tourism Award dalam ajang bergengsi ASEAN Tourism Awards 2025.

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Menteri turut merasakan langsung atmosfer wisata yang ditawarkan desa yang terletak di lereng Gunung Merapi itu, termasuk aktivitas membuat wayang rumput bersama warga.

Tradisi ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya yang dijadikan basis pengembangan destinasi oleh komunitas lokal.

Baca Juga: Waisak sebagai Refleksi Spiritual dan Pilar Harmoni: Pesan Damai Menag untuk Semua Umat

“Desa Pentingsari menjadi contoh yang inspiratif bagi desa wisata lainnya. Pengelolaan pariwisata yang menyatu dengan masyarakat, menjaga budaya, dan melestarikan lingkungan merupakan langkah konkret menuju pariwisata berkelanjutan,” ungkap Menpar.

Pentingsari, yang berjarak hanya sekitar 12,5 kilometer dari puncak Merapi, menawarkan keindahan alam yang dipadukan dengan keramahan komunitas dan keaslian budaya.

Lebih dari sekadar destinasi, desa ini menunjukkan model pemberdayaan yang nyata. Homestay dikelola mandiri oleh warga, berbagai paket wisata edukatif dan lingkungan melibatkan komunitas, serta pelestarian seni lokal dijalankan secara konsisten.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata

Rekam jejak prestasi Pentingsari juga telah diakui sebelumnya, ketika pada tahun 2021 dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh Desa Wisata Mandiri Inspiratif oleh Kemenparekraf.

Kini, pengakuan di tingkat ASEAN menegaskan kapasitas desa ini sebagai pionir pembangunan pariwisata inklusif di kawasan Asia Tenggara.

“Pariwisata tidak hanya soal atraksi, tetapi tentang relasi: antara manusia, budaya, dan alam. Ketika masyarakat diberdayakan dan dilibatkan secara langsung, maka kita tidak hanya membangun ekonomi, tapi juga memperkuat jati diri bangsa,” tegas Menpar Widiyanti.

Baca Juga: Kemilau Waisak di Borobudur: Harmoni Spiritualitas dan Pesona Wisata Magelang

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus memperkuat dukungan bagi desa-desa wisata potensial lain di Indonesia agar dapat meniru kesuksesan Pentingsari.

Dengan pendekatan kolaboratif dan fokus pada keberlanjutan, Indonesia optimistis menjadi kekuatan utama dalam pariwisata berdaya saing global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X