Indonesia Usulkan Museum Hadis Pertama di Dunia Muslim

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Selasa, 29 April 2025 | 22:13 WIB
Menag Nasaruddin Umar menghadiri konferensi Lembaga Hadis di Madinah. (Foto: kemenag.go.id)
Menag Nasaruddin Umar menghadiri konferensi Lembaga Hadis di Madinah. (Foto: kemenag.go.id)

WartaPesonaa.com- Madinah, 29 April 2025 — Dalam forum bergengsi Konferensi ke-4 Dewan Pengawas Lembaga Hadis Nabawi di Madinah, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyuarakan satu gagasan monumental: pembangunan Museum Hadis Rasulullah SAW di Indonesia.

Usulan ini disampaikan langsung dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Hadis yang berada di bawah binaan Raja Salman.

Forum ini dihadiri para ulama dari berbagai penjuru dunia dan diselenggarakan empat kali dalam setahun oleh lembaga yang berada di bawah otoritas langsung Raja Arab Saudi.

Baca Juga: Doa dan Amanah di Depan Kabah: Empat Pesan Menag untuk Petugas Haji

Dalam kesempatan tersebut, Menag didampingi oleh Tenaga Ahli Bunyamin Yafid, Ketua Yayasan As’adiyah dari Sengkang – Wajo, Sulawesi Selatan.

“Museum ini tidak hanya akan menjadi pusat dokumentasi hadis, tetapi juga ruang pembelajaran multidimensi, termasuk kajian tibbun-nabawi, atau pengobatan ala Nabi,” terang Menag.

Menurutnya, keberadaan museum ini akan memperluas cakupan pemahaman hadis yang selama ini cenderung difokuskan pada aspek hukum.

Baca Juga: Jagung: Si Manis Rendah Glikemik, Sahabat Baru Penderita Diabetes

Hadis Nabi mengandung banyak ilmu, termasuk dalam bidang kesehatan, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, kajian hadis harus dikembangkan lebih luas sebagai warisan keilmuan dan peradaban.

Langkah ini melanjutkan jejak Menag dalam menyuarakan ide-ide besar. Sebelumnya, ia telah mengusulkan Musabaqah Hadis Internasional, yang kini menjadi salah satu agenda tetap lembaga Hadis Raja Salman.

Ini menandakan kuatnya pengaruh intelektual Indonesia dalam forum keislaman global.

“Melalui lembaga ini, Indonesia tidak hanya sebagai peserta, tetapi turut menyumbangkan pemikiran yang bermanfaat bagi dunia Islam,” tegas Menag.

Menag berharap, museum yang diusulkan ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga pusat edukasi dan rujukan ilmiah hadis yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X