Mengangkat Warisan Nusantara: Menekraf Teuku Riefky dan APPMI Satukan Langkah untuk Fesyen Lokal

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Selasa, 29 April 2025 | 11:41 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melakukan audiensi bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) di Gedung Autograph Tower, Jakarta, Senin, 28 April 2024. (Foto: ekraf.go.id)
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melakukan audiensi bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) di Gedung Autograph Tower, Jakarta, Senin, 28 April 2024. (Foto: ekraf.go.id)

 

WartaPesona.com- Jakarta, 28 April 2025 — Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri fesyen nasional saat melakukan audiensi bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) di Gedung Autograph Tower, Jakarta, Senin (28/4).

Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk menjawab tantangan yang dihadapi fesyen Indonesia, mulai dari tekanan produk fast fashion impor hingga pentingnya persiapan matang menuju Indonesia Fashion Week (IFW) 2025, yang akan digelar pada 28 Mei–1 Juni mendatang.

Teuku Riefky menilai, memperkuat karakter desain khas Indonesia adalah kunci untuk memenangkan kompetisi global.

Baca Juga: Pestapora 2025: Meriahkan Musik, Gerakkan Ekonomi Kreatif, Ciptakan Lapangan Kerja


"Produk kita harus berbicara tentang Indonesia: dari bahan, teknik, hingga cerita budaya. Ini butuh kolaborasi lintas sektor dan keberanian untuk terus berinovasi," ujar Teuku Riefky.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemenparekraf akan mendorong integrasi pendekatan hexahelix — melibatkan pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, swasta, media, dan investor — untuk memperkuat pengembangan fesyen berbasis kearifan lokal.

Kemenparekraf juga siap membantu menjembatani komunikasi dengan sponsor dan mendukung keterlibatan produk-produk daerah dalam IFW 2025.

Baca Juga: Indonesia Gencarkan Promosi di ATM Dubai 2025, Siap Rebut Hati Wisatawan Timur Tengah

Salah satu sektor yang menjadi sorotan khusus Menparekraf adalah industri alas kaki lokal seperti yang berkembang di Mojokerto.

Menurutnya, produk alas kaki Indonesia memiliki potensi besar untuk dipromosikan dalam ajang nasional dan global.

Sementara itu, Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden IFW 2025, Poppy Dharsono, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi industri saat ini.

Baca Juga: Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji

Lebih dari 100 pabrik garmen lokal mengalami penutupan akibat serbuan produk fast fashion asing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X