WartaPesona.com - Menguatkan Literasi Keuangan Syariah: Solusi Pembiayaan Bagi Pelaku Pariwisata dan Ekraf Gorontalo
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berupaya mendukung para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dengan meningkatkan literasi keuangan serta akses pembiayaan, khususnya berbasis syariah.
Baca Juga: Sinergi Baru DPRD dan Pemprov: Mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Literasi Keuangan dan Sosialisasi Pembiayaan Syariah di Gorontalo, Jumat (4/10/2024), bertempat di Grand Palace Convention Center.
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa permodalan masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha parekraf.
Berdasarkan data, 51,09% pelaku UMKM di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan, sementara 34,72% terkendala akses pasar dan promosi, serta 8,59% terhambat oleh sulitnya bahan baku atau alat produksi.
Baca Juga: Collab Rangers: Membangun Pemuda Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045
“Kami melihat pentingnya akses pembiayaan yang lebih luas, dan ini perlu didukung oleh peningkatan kapasitas serta pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan pelaku parekraf dengan pembiayaan syariah,” ujar Hayun.
Acara ini dihadiri oleh 60 pelaku usaha parekraf di Gorontalo, yang diharapkan dapat memanfaatkan instrumen pembiayaan syariah untuk mendorong perkembangan bisnis mereka.
Hayun berharap agar para peserta dapat memahami instrumen ini sebagai solusi untuk mengatasi permodalan dan membantu industri pariwisata serta ekonomi kreatif di Indonesia.
Baca Juga: IndoBisa 2024: 30 Startup Finalis Siap Hadapi Tahap Fundraising dengan Bimbingan Para Ahli
Ketua Pokja Perbankan dan DPUP, Mugiyanto, menambahkan bahwa acara ini juga berfokus pada peningkatan pemahaman para peserta tentang pentingnya perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemahaman Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk memperlancar proses penyediaan dana dan mencegah aktivitas investasi ilegal.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Dian Nugraha, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain.
Artikel Terkait
Kemenparekraf gandeng JKT48 gelar lomba aransemen ulang lagu-lagu daerah, simak tanggalnya di sini
Kolaborasi Solid antara Kemenparekraf dan BUMN Siap Tingkatkan Kemeriahan MotoGP Mandalika 2024
Indonesian GP 2024 Kembali Mendunia, Kemenparekraf Gaungkan Pesona Wonderful Indonesia di Mandalika
Kemenparekraf Dorong Talenta Gim Nasional Lewat Masterclass UI/UX di IC Fest 2024
Kemenparekraf dan BBPVP Medan Tingkatkan Kualitas SDM Pariwisata Lewat Pelatihan Patiseri