Koperasi Desa Merah Putih: Membangun Kemandirian Ekonomi dari Desa untuk Indonesia

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 5 Maret 2025 | 11:07 WIB
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi saat berada di Istana Negara. (Foto: kop.go.id)
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi saat berada di Istana Negara. (Foto: kop.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) meluncurkan program Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa dan menciptakan sistem distribusi yang lebih adil bagi masyarakat.

Sebanyak 70 ribu koperasi desa ditargetkan terbentuk hingga Juli 2025 sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa koperasi desa akan menjadi penggerak utama ekonomi pedesaan, baik dalam sektor pertanian, perdagangan, maupun industri kreatif lokal.

Baca Juga: Koperasi Masuk Sektor Migas: Langkah Baru Menuju Kemandirian Energi

“Melalui koperasi, kita bisa menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing.

Kop Des Merah Putih hadir untuk memberdayakan masyarakat, mengurangi ketimpangan ekonomi, serta mempercepat pembangunan desa,” ujar Budi Arie di Istana Merdeka, Senin (03/03).

Program ini akan dijalankan dengan tiga pendekatan utama:

Mendirikan koperasi baru di desa-desa potensial.
Merevitalisasi koperasi yang sudah ada agar lebih efektif dan modern.
Mengembangkan koperasi sebagai pusat distribusi dan usaha di desa.

Baca Juga: Berpikir Positif: Cara Efektif Mengubah Mindset untuk Hidup Lebih Bahagia dan Sukses, Begini nih...


Salah satu fokus utama Kop Des Merah Putih adalah mengintegrasikan 64 ribu kelompok tani ke dalam koperasi distribusi pupuk bersubsidi, sehingga sistem pertanian dan distribusi pangan menjadi lebih efisien.

Selain itu, koperasi desa juga akan mengelola berbagai sektor strategis seperti gerai sembako, apotek desa, layanan simpan pinjam (embrio Kop Bank), cold storage, hingga distribusi logistik.

Budi Arie menegaskan bahwa koperasi desa akan membantu menekan harga barang di tingkat konsumen, sekaligus memastikan harga produk pertanian tetap stabil, sehingga petani dan produsen lokal mendapatkan keuntungan yang lebih baik.

“Dengan koperasi, kita bisa memangkas rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Program ini juga melibatkan generasi muda sebagai bagian dari transformasi koperasi yang lebih inovatif dan berbasis teknologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X