Dubes juga menyoroti peran penting Indonesia dan Turki dalam menampilkan wajah Islam yang moderat kepada dunia.
Dengan adanya MoU antara Kementerian Agama RI dan pihak Turki, diharapkan kedua negara dapat semakin berkontribusi dalam menghadirkan Islam yang inklusif serta melawan stigma negatif terhadap Islam di tingkat global.
Kolaborasi strategis ini tidak hanya akan memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia di Turki, tetapi juga memperkuat diplomasi keislaman yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kemajuan.***
Artikel Terkait
Menag Yaqut Kutuk Pembakaran dan Penyobekan Al-Quran, Itu adalah Teror dan Ekstremitas yang Merusak Harmoni
Menag Yaqut Apresiasi Perjuangan Tokoh dan Pesantren Dalam Rangka Peringatan Satu Abad NU
7 jemaah haji Indonesia wafat di Padang Arafah, Menag Yaqut ingatkan lontar jumrah di Mina akan lebih berat
Jemaah Haji Indonesia bersiap pulang ke Tanah Air, Menag Yaqut: Kuota Haji tahun 2024 sebesar 221.00 jemaah
Hari Santri 2023, Menag Yaqut ajak santri jihad intelektual di era teknologi digital jayakan negeri
Bertolak ke Saudi, Menag Bawa Misi Presiden Prabowo untuk Tingkatkan Kualitas Haji 2025