Reformasi Subsidi LPG: Presiden Prabowo Pastikan Rakyat Tak Dirugikan

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 5 Februari 2025 | 13:33 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pertemuan bersama presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 4 Februari 2025. (Foto: setneg.go.id)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pertemuan bersama presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 4 Februari 2025. (Foto: setneg.go.id)

 

WartaPesona.com- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya reformasi subsidi LPG agar tepat sasaran dan menghindari penyalahgunaan.

Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 4 Februari 2025, Presiden menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memastikan subsidi LPG benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa sistem subsidi LPG yang telah berjalan lebih dari dua dekade perlu diperbarui agar lebih efisien.

Baca Juga: Mendikdasmen Hilangkan Kata 'Zonasi' dan 'Ujian' di Pendidikan Dasar: Era Baru Pendidikan di Indonesia?

Dengan alokasi anggaran mencapai Rp87 triliun per tahun, pemerintah ingin memastikan tidak ada kebocoran atau spekulasi harga di tingkat pengecer.

"Subsidi ini harus dirasakan langsung oleh rakyat kecil, bukan malah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sekarang harga LPG bisa mencapai Rp25.000 per tabung di beberapa daerah, bahkan ada yang dioplos. Ini harus kita hentikan," ujar Bahlil.

Baca Juga: Menuju Hidup Sehat dengan Pola Makan Seimbang

Salah satu langkah utama dalam reformasi ini adalah perubahan sistem distribusi LPG. Pemerintah menaikkan status pengecer menjadi subpangkalan agar lebih mudah diawasi dan memastikan harga LPG tetap sesuai regulasi.

"Subpangkalan akan memiliki fasilitas yang sama dengan pangkalan resmi, sehingga harga bisa dikontrol dengan sistem berbasis teknologi. Ini penting agar distribusi lebih transparan," tambah Bahlil.

Menanggapi kritik bahwa kebijakan ini kurang tersosialisasi, pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha dalam masa transisi. Bahlil memastikan tidak ada biaya tambahan bagi subpangkalan dan kebijakan ini dibuat semata-mata demi kepentingan rakyat.

Baca Juga: Bulan Suci Ramadhan: Menjelajahi Makna dan Manfaat Puasa untuk Mendapatkan Berkah Ramadhan

"Kami paham ini perubahan besar, pasti ada penyesuaian. Tapi tujuan utama kami adalah agar subsidi LPG benar-benar bermanfaat bagi rakyat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X