Mengubah Pola: Menteri UMKM Ajak APINDO Perkuat Rantai Pasok Industri untuk UMKM

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Selasa, 4 Februari 2025 | 09:09 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat memberiman sambutan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO di Jakarta, Jumat (31/01). (Foto: umkm.go.id)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat memberiman sambutan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO di Jakarta, Jumat (31/01). (Foto: umkm.go.id)

WartaPesona.com- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya peran Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dalam mendorong UMKM agar lebih terintegrasi dalam rantai pasok industri.

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO di Jakarta, Jumat (31/01), ia mengajak para pengusaha untuk tidak lagi menempatkan UMKM hanya sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan sebagai mitra bisnis strategis yang saling menguntungkan.

"Saat ini, keterikatan UMKM dengan industri besar masih bersifat sosial, bukan dalam bentuk kontrak bisnis yang konkret.

Baca Juga: Tes Kepribadian Golongan Darah: Mitos atau Fakta?

Ini harus diubah. APINDO punya peran strategis untuk menghubungkan UMKM dengan industri melalui engagement bisnis yang lebih nyata," ungkap Maman.

Mengatasi Kesenjangan dalam Rantai Pasok
Selama ini, disconnectivity antara UMKM dan industri besar menjadi tantangan utama dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan India telah membuktikan bahwa keterhubungan UMKM dengan industri skala besar dapat menciptakan ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rendang Jengkol: Nikmatnya Cita Rasa Pedas Gurih yang Menggugah Selera

Sebagai solusi jangka panjang, Menteri UMKM mengusulkan konsep UMKM Holding atau Closed-Loop Inclusive Business System, yang bertujuan untuk mengonsolidasikan UMKM dalam satu ekosistem produksi massal.

Dengan sistem ini, UMKM dapat menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi, dan bersaing dengan produk impor yang memiliki harga lebih kompetitif.

"Dengan clustering UMKM di bawah UMKM Holding, kita bisa menekan biaya produksi, meningkatkan volume produksi, dan menaikkan daya saing produk lokal," jelasnya.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mental: Sebuah Investasi untuk Kehidupan yang Lebih Bahagia

Belajar dari Industri Otomotif dan Oleh-Oleh
Maman mencontohkan industri otomotif yang telah sukses mengintegrasikan UMKM sebagai pemasok komponen suku cadang ke pabrikan besar.

Contoh lain datang dari industri oleh-oleh Krisna di Bali, yang telah membina UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga quality control agar produknya siap bersaing di pasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Jumat, 3 Juli 2026 | 08:56 WIB
X