Anjir Serapat: Saluran Sejarah yang Menghubungkan Sungai Kapuas dan Sungai Barito di Kalimantan

photo author
Fathan Riyandi, Warta Pesona
- Rabu, 22 Januari 2025 | 16:06 WIB
Ilustrasi Anjir Serapat (beritabanjarmasin.com)
Ilustrasi Anjir Serapat (beritabanjarmasin.com)

WartaPesona.com - Anjir Serapat adalah saluran air buatan yang menghubungkan Sungai Barito dan Sungai Kapuas Murung.

Arti dari "Anjir Serapat" sendiri berasal dari bahasa lokal. "Anjir" merujuk pada saluran atau jalur air, sementara "Serapat" dapat diartikan sebagai suatu area yang terbentuk rapi atau teratur.

Nama ini mencerminkan fungsi dan struktur saluran air yang sangat penting untuk menghubungkan sungai besar, serta mendukung kegiatan ekonomi dan pertanian.

Baca Juga: Peneliti BRIN: Penggunaan Obat-obatan kimia di Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu cukup besar, tertinggi Paracetamol

Saluran ini memiliki panjang 28 kilometer dan terbentang di dua provinsi, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dengan panjang masing-masing 14 kilometer.

Fungsi utama Anjir Serapat adalah sebagai jalur transportasi dan saluran air untuk pertanian yang mendukung perekonomian lokal.

Anjir Serapat memiliki peran penting dalam transportasi di wilayah Kalimantan.

Jalur air ini digunakan untuk kapal barang yang mengangkut komoditas dan kapal penumpang yang menghubungkan berbagai daerah di sepanjang jalurnya.

Selain itu, saluran ini juga dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, yang sangat penting bagi pengelolaan sumber daya air dan keberlanjutan sektor pertanian di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Sungai Citarum Jawa Barat diduga tercemar limbah obat-obatan, benarkah?

Saluran air ini sudah ada sejak era kolonial, ketika pemerintah kolonial Belanda membangunnya untuk mendukung pengembangan ekonomi dan kontrol terhadap wilayah pedalaman.

Anjir Serapat pada masa itu digunakan untuk menghubungkan berbagai wilayah pedalaman dengan pesisir, serta mengoptimalkan aksesibilitas barang dan orang.

Pentingnya Anjir Serapat tidak hanya terbatas pada masa lalu, tetapi juga tetap relevan hingga sekarang.

Untuk menjaga kelangsungan fungsi jalur ini, diperlukan pemeliharaan rutin dan kerjasama antara pemerintah daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fathan Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X