Salah satu keputusan Letexier yang paling disorot adalah pada menit ke-18, ketika striker Guinea U-23, Algassime Bah, jatuh di kotak penalti Timnas Indonesia U-23.
Letexier menunjuk titik putih dengan alasan Witan Sulaeman melanggar Bah, meskipun tayangan ulang menunjukkan kontak yang sangat minim.
Penalti ini berujung gol, membawa Guinea U-23 unggul dan mengubur harapan Garuda Muda melaju ke Olimpiade Paris 2024.
Baca Juga: Drama Boxing Day Liga Inggris: Chelsea dan MU Keok, Liverpool vs Leicester, Si Merah Tampil Perkasa
Kartu Merah untuk Shin Tae-yong
Keputusan kontroversial lainnya adalah pengusiran pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, yang mendapat kartu merah akibat protes keras terhadap Letexier.
Pelatih asal Korea Selatan itu marah hingga menunjuk-nunjuk Letexier, yang merespon dengan melayangkan kartu kuning kedua.
Bagi sebagian besar publik sepak bola Indonesia, kejadian ini meninggalkan luka mendalam, mengingat harapan besar yang sempat ada untuk melihat Garuda Muda tampil di Olimpiade Paris.
Francois Letexier: Pengadil Terbaik, Penuh Pro dan Kontra
Meskipun penuh kontroversi, prestasi Letexier sebagai wasit tetap diakui dunia. Pencapaiannya di EURO 2024 dan Liga Champions 2024 menunjukkan kualitasnya sebagai pengadil lapangan.
Namun, bagi Timnas Indonesia U-23 dan pelatih Shin Tae-yong, Letexier akan selalu dikenang sebagai sosok yang mengubur mimpi mereka di tahun penuh harapan ini.***
Artikel Terkait
Antara Gaya Hidup dan Kalcer: Fungsi Lari di Era Modern
Bali Sambut Libur Akhir Tahun: Nyaman, Aman, dan Penuh Pesona
Istana Tegaskan Hasil Pajak Dikembalikan ke Masyarakat: Dari Bansos hingga Subsidi Listrik
Komika Fico Fachriza Diduga Terseret Kisruh Pinjaman Uang, Simak Kronologi hingga Klarifikasinya