WartaPesona.com - Desa Kreatif Pelalawan, Pekanbaru, Riau, menjadi saksi nyata langkah strategis pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Baca Juga: Delegasi SSEAYP 2024: Inspirasi Baru untuk Pemuda Indonesia
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan dan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif melalui Workshop Literasi Keuangan dan Akses Pembiayaan Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Desa.
Acara yang digelar di Hotel Unigraha, kawasan APRIL, Pekanbaru ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenekraf dan PT Asia Pacific Rayon (APR).
Riefky menyebut kegiatan ini sebagai bentuk sinergi hexahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, asosiasi lokal, akademisi, media, dan lembaga keuangan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Baca Juga: Cegah Korupsi, Kemenpora Perkuat Integritas Lewat Sistem dan Keteladanan
"Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat," ujar Riefky.
Menurut Riefky, desa kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan memanfaatkan kreativitas dan budaya dari 17 subsektor ekonomi kreatif, desa kreatif berpotensi menjadi fondasi perekonomian nasional untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Menpora Dito: Persahabatan Indonesia-Qatar, Pilar Perdamaian dan Kemajuan Bersama
"Kami berharap ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan, dari desa hingga skala nasional. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi para pelaku ekraf," jelasnya.
Bupati Pelalawan, H. Zukri, memaparkan dukungan daerah terhadap pelaku ekraf, salah satunya melalui fasilitas mesin percetakan gratis dan program pinjaman berbunga nol persen untuk UMKM melalui Bank Kredit Rakyat.
"Pelalawan terus berinovasi. Ini menjadi salah satu langkah kami untuk mendukung pelaku ekraf agar semakin berkembang," ujar Zukri.
Baca Juga: SMK Medika Samarinda Juara Grand National Futsal Series 2024, Wamenpora: Ini Baru Awal!
Artikel Terkait
Musik Sebagai Bahasa Universal: Wamenekraf Irene Umar Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Kreativitas untuk Masa Depan: Menekraf Ajukan Tambahan Anggaran Rp2,42 Triliun untuk Dorong Ekonomi Kreatif Nasional
Logo Baru Ekonomi Kreatif: Simbol Kreativitas Tak Terbatas untuk Indonesia di Pentas Dunia
Kolaborasi Kreatif Mandalika: Menggali Potensi Ekonomi Kreatif di KEK Mandalika
Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan: Kolaborasi Daerah dan Pusat Dimulai