Indonesia-UEA: Merayakan 53 Tahun Harmoni dan Persaudaraan Global

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Rabu, 4 Desember 2024 | 21:51 WIB
Menpora Dito Ariotedjo menghadiri resepsi Hari Nasional ke-53 UEA di Raffles Hotel Jakarta. (Kemenpora (Foto: Bagus))
Menpora Dito Ariotedjo menghadiri resepsi Hari Nasional ke-53 UEA di Raffles Hotel Jakarta. (Kemenpora (Foto: Bagus))

WartaPesona.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menghadiri Resepsi Hari Nasional ke-53 Persatuan Emirat Arab (PEA) di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (3/12).

Baca Juga: Pra Rakornas Pariwisata 2024: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045

Dalam sambutannya, Wapres Gibran mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat UEA atas peringatan hari bersejarah tersebut.

Ia juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto yang tidak dapat hadir di acara tersebut.

“Selamat kepada Yang Mulia dan masyarakat Persatuan Emirat Arab atas Hari Nasional ke-53. Salam hangat juga dari Presiden Prabowo Subianto, yang memohon maaf tidak bisa hadir hari ini,” kata Wapres Gibran.

Baca Juga: Indonesia-United States-ASEAN Business Council (US-ABC) Bersinergi: Pariwisata Berkelanjutan Menuju Devisa Miliar di 2029

Wapres Gibran menyoroti hampir lima dekade hubungan erat antara Indonesia dan UEA, yang bukan hanya menjalin kerja sama politik, tetapi juga mencerminkan persaudaraan mendalam.

Ia mengenang beberapa proyek kolaboratif seperti pembangunan Masjid Agung Syeikh Said Surakarta, Rumah Sakit Kardiologi Emirates, dan bantuan kemanusiaan lainnya selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo.

“Persaudaraan ini bukan hanya soal politik, tetapi terasa tulus dan hangat. Sebuah hubungan yang didasari nilai kemanusiaan dan perdamaian,” ungkapnya.

Baca Juga: Kolaborasi Strategis Menekraf dan Menko IPK: Infrastruktur untuk Ekonomi Kreatif yang Mendunia

Wapres Gibran juga mengutip kata-kata bijak dari Syekh Said bin Sultan Al Nahyan, pendiri UEA, yang menekankan bahwa kekayaan sejati terletak pada manusia dan pengabdian mereka kepada umat manusia.

“Kekayaan bukan hanya tentang uang atau minyak, tetapi bagaimana ia didedikasikan untuk melayani manusia. Ini adalah inspirasi besar bagi kita semua,” ujarnya.

Baca Juga: Sinergi Nasional: Dorong Akses Pembiayaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Gibran menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan UEA, berdasarkan rasa hormat, toleransi, dan kesetaraan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenpora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB
X