WartaPesona.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Pra Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Pra Rakornas) 2024 menjadi pijakan penting dalam mentransformasi sektor pariwisata Indonesia menuju kualitas dan keberlanjutan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Kolaborasi Strategis Menekraf dan Menko IPK: Infrastruktur untuk Ekonomi Kreatif yang Mendunia
Mengusung tema "Transformasi Pembangunan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas," forum ini menjadi momen strategis untuk menyatukan visi dan misi nasional.
Dalam pembukaan acara yang digelar secara daring dari Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Rabu (4/12/2024), Menpar Widiyanti menyampaikan, “Kita tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga dampak positif yang pariwisata tinggalkan bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.”
Baca Juga: Sinergi Nasional: Dorong Akses Pembiayaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Sektor pariwisata diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi nasional dengan target ambisius:
- Kontribusi 4,6% pada PDB.
- Devisa $22,1–$25,2 miliar.
- 17–19 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
- 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara.
- 25,8 juta tenaga kerja pariwisata.
Baca Juga: Diplomasi Kreatif Indonesia-Australia: Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan
Widiyanti menegaskan bahwa kualitas layanan dan produk wisata menjadi kunci daya saing global. Program strategis seperti Bangga Berwisata di Indonesia, modernisasi pariwisata berbasis Tourism 5.0, penurunan harga tiket pesawat, dan pengembangan SDM menjadi prioritas utama menuju pariwisata berkualitas.
“Pariwisata berkelanjutan adalah tentang menciptakan manfaat tanpa mengorbankan lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Widiyanti.
Baca Juga: Riau dan Kepulauan Riau: Mengoptimalkan Potensi Industri Berkelanjutan
Ia juga mendorong sinergi aktif lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam kebijakan dan implementasi program.
Plt. Sekretaris Kemenpar, Bayu Aji, menyebutkan bahwa Pra Rakornas ini dihadiri 800 peserta dari lintas sektor, termasuk pejabat eselon I dan II, perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan asosiasi pelaku pariwisata.
“Tujuannya adalah memetakan tantangan dan peluang, menyusun solusi, serta menyinergikan kebijakan lintas sektor,” ujar Bayu.
Pra Rakornas Pariwisata 2024 bukan hanya forum diskusi, tetapi menjadi langkah konkret menuju pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, demi mewujudkan Indonesia yang tangguh dan mandiri di 2045. ***(HA)
Artikel Terkait
Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah