WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyerukan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
Baca Juga: Riau dan Kepulauan Riau: Mengoptimalkan Potensi Industri Berkelanjutan
Menurutnya, sistem pembiayaan saat ini belum sepenuhnya memahami karakteristik unik sektor ini.
“Perbankan masih menggunakan pendekatan asset-based untuk memberikan pinjaman, sementara aset utama pelaku ekraf adalah kreativitas. Ini tantangan yang harus diatasi,” ujar Riefky dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Selasa (3/12/2024).
Riefky menegaskan bahwa pendanaan yang memadai sangat diperlukan untuk mendorong hilirisasi komoditas dan komersialisasi produk kreatif lokal.
Selain itu, ia berharap pengembangan dashboard ekonomi kreatif yang dapat diakses secara real-time oleh semua pihak menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ini.
Dukungan terhadap pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan kerja sama komersialisasi juga menjadi prioritas.
“Infrastruktur dan kelembagaan ekraf, baik di pusat maupun daerah, harus diperkuat demi menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.
Baca Juga: Otomotif Indonesia di Jalur Hijau: Pertumbuhan Industri dan Lompatan ke Era Kendaraan Listrik
Menko PMK, Abdul Muhaimin Iskandar, turut menyampaikan komitmen untuk menyempurnakan regulasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang selama ini dianggap sulit diakses oleh masyarakat.
“KUR perlu diperbaiki agar lebih relevan bagi UMKM, koperasi, pekerja migran, dan ekonomi kreatif. Pembiayaan adalah faktor kunci dalam pemberdayaan,” ujar Muhaimin.
Baca Juga: TKDN: Karpet Merah untuk Investasi, Penggerak Ekonomi Domestik
Hadir dalam pertemuan tersebut, sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Artikel Terkait
Urban Pulse 2024: Sinergi Seni dan Ekonomi Kreatif Indonesia-Singapura
IMA 2024: Apresiasi Kreativitas Musik Indonesia, Langkah Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Menyongsong Indonesia Emas 2045: Kolaborasi Teuku Riefky-Triawan Munaf untuk Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Sinergi Menekraf dan Mendagri: Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif dari Pusat hingga Daerah
Kolaborasi BRIN dan Kemenekraf: Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru