WartaPesona.com - Di tengah dinamika global, industri otomotif Indonesia tetap melaju pesat. Dari Januari hingga Oktober 2024, produksi kendaraan bermotor roda dua mencapai 5,8 juta unit dengan penjualan 5,4 juta unit, sementara roda empat mencatatkan 996 ribu unit produksi dan 710 ribu unit penjualan.
Baca Juga: TKDN: Karpet Merah untuk Investasi, Penggerak Ekonomi Domestik
Ekspor juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan 458 ribu unit untuk roda dua dan 390 ribu unit untuk roda empat.
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,7 persen dibandingkan 2023, bukti bahwa sektor otomotif terus menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” ungkap Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, dalam diskusi panel Bloomberg Technoz Ecofest 2024.
Mendukung target global net zero emission (NZE), Indonesia telah menyiapkan insentif menarik, seperti pembebasan PPnBM, bea masuk nol persen, dan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk kendaraan listrik.
Baca Juga: Indonesia-Tiongkok Mantapkan Kerja Sama Strategis: Dari Otomotif hingga Semikonduktor
Hal ini diperkuat dengan regulasi yang mendorong produksi kendaraan rendah emisi, seperti Permenperin Nomor 36 Tahun 2021.
“Pendekatan multiple pathway kami memastikan transisi ke energi bersih dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai teknologi rendah emisi yang ada,” ujar Faisol.
Persyaratan penggunaan komponen lokal juga menjadi bagian penting dari kebijakan ini. Produsen yang memenuhi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berhak mendapatkan insentif fiskal dan nonfiskal.
Baca Juga: Panjat Tebing Indonesia Melangkah ke Puncak Dunia: Rakernas FPTI 2024 Dimulai dengan Optimisme
Untuk memacu perkembangan industri, target TKDN dinaikkan bertahap hingga mencapai 80 persen pada 2030.
Transisi ke kendaraan listrik diharapkan memperkuat ekosistem otomotif Indonesia, termasuk mendorong industri kecil dan menengah dalam rantai pasok.
Pemerintah pun fokus menghindari kontraksi industri selama masa transisi dari bahan bakar fosil ke listrik.
Baca Juga: Diplomasi Pencak Silat: Menpora Gandeng BUMN Sukseskan Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi
Artikel Terkait
IKM Menuju Era Industri 4.0: Transformasi Digital untuk Daya Saing Global
Industri Hijau: Masa Depan Berkelanjutan Indonesia di Tengah Era Dekarbonisasi
Meningkatkan Daya Saing Global Lewat Standardisasi: Langkah Strategis Industri Nasional
Mewujudkan Industri Hijau: Langkah Kemenperin Menuju Ekonomi Berkelanjutan
Indonesia Perkuat Posisi Di Industri Halal Global 2024