Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, mengungkapkan angka ini merupakan hasil dari operasi besar-besaran yang dilakukan jaringan narkoba internasional tersebut.
Meskipun Fredy Pratama masih buron, Bareskrim Polri terus berupaya menutup celah jaringan narkoba ini.
"Kami sepakat akan menutup semua jalur-jalur masuk narkoba di bagian Sumatera maupun Kalimantan," pungkasnya.
"Jaringan FP (Fredy Pratama) ini (perputaran uang) sekitar Rp56 triliun, jaringan HS (Hendra Sabarudin) Rp2,1 triliun, dan jaringan H (Helen) Rp1,1 triliun selama mereka beroperasi," tambahnya..
Publik menunggu langkah besar selanjutnya dalam kasus yang menjadi ujian besar bagi aparat penegak hukum ini.***
Artikel Terkait
Pidato Perdana Presiden Prabowo: Tegas Berantas Korupsi, Dorong Kepemimpinan Bersih untuk Indonesia Maju
Tom Lembong Resmi Jadi Tersangka Diduga Korupsi Impor Gula Rugikan Negara Rp400 Miliar
Menko Pangan RI Kena Semprot Warganet Usai Skandal Korupsi Tom Lembong, Begini Soal Kebijakan Impor yang Bikin Ketergantungan