“Tidak ada lagi ego sektoral. Semua pihak pemerintah, non-pemerintah, sektor swasta, hingga konsumen harus bekerja bersama memperkuat industri ini,” katanya.
Dengan kreativitas yang tinggi dan pasar yang besar, Irene optimistis Indonesia mampu merebut panggung dunia sebagai pusat modest fashion.
Namun, ia menekankan perlunya identifikasi masalah secara menyeluruh dan intervensi tepat dari semua pihak terkait.
Baca Juga: Gateball Indonesia Menuju Prestasi Dunia: Harapan Baru dari Munas PB Pergatsi 2024
“Kita harus berhenti saling menyalahkan. Ayo gotong royong, bangun sinergi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan swasta,” ajak Irene.
Wamenekraf Irene Umar didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, dalam acara ini.
Dengan semangat kolaborasi dan fokus pada solusi, Indonesia diharapkan dapat melangkah maju menuju Indonesia Emas 2045 dan menjadi pemain utama dalam industri modest fashion dunia. ***(HA)
Artikel Terkait
KREASI: Program Ekonomi Kreatif yang Libatkan Santri, Menteri Riefky Dorong Kreator Digital dari Pesantren
Ekonomi Kreatif: Berperan Penting untuk Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Hadapi Dinamika Global
Ekonomi Kreatif: Mesin Baru Menuju Indonesia Emas 2045
Urban Pulse 2024: Sinergi Seni dan Ekonomi Kreatif Indonesia-Singapura