Indonesia Menuju Pusat Modest Fashion Dunia: Kolaborasi adalah Kunci

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Sabtu, 23 November 2024 | 08:00 WIB
Wamenekraf Irene Umar berbicara di FGD Strategi Nasional Modest Fashion, mengajak pelaku industri bersatu dorong Indonesia ke panggung global. (Kemenparekraf)
Wamenekraf Irene Umar berbicara di FGD Strategi Nasional Modest Fashion, mengajak pelaku industri bersatu dorong Indonesia ke panggung global. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat modest fashion dunia.

Baca Juga: Timnas Futsal Putri Indonesia Raih Posisi Ketiga di ASEAN Championship 2024

Hal ini disampaikan Irene dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Nasional Indonesia Sebagai Pusat Modest Fashion Dunia di kantor Kementerian UMKM, Jakarta, 21 November 2024

“Kita punya peluang besar untuk menguasai pasar global, bukan hanya menjadi raja di rumah sendiri. Pasar dunia siap menerima produk-produk kita,” ujar Irene.

Menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia menempati peringkat ketiga produsen modest fashion terbesar dunia, setelah Turki dan Malaysia. Namun, Irene menilai potensi ini belum tergarap secara optimal.

Baca Juga: FIFA Club Management Workshop: Langkah Erick Thohir Dorong Klub Indonesia ke Panggung Dunia

“Populasi Muslim kita mencapai 245 juta, jauh lebih besar dari Malaysia. Tapi mereka masih datang ke Tanah Abang untuk belanja. Ini menunjukkan ada potensi hilir yang belum kita manfaatkan,” jelas Irene.

Masalah utama terletak pada hilirisasi. Banyak pelaku modest fashion kesulitan mengakses bahan baku lokal, sehingga harus mengimpor dari luar negeri seperti Tiongkok.

Meski murah dan berkualitas, ketergantungan ini menghambat kemandirian industri dalam negeri.

Baca Juga: Misi Global Pencak Silat: Langkah Menpora Dito Membawa Warisan Budaya ke Olimpiade

“Kita harus mulai dari akar masalah, memastikan UMKM penghasil benang dan kain bisa hidup, sehingga industri ini berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

FGD ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, dan pelaku industri kreatif. Tujuannya adalah membangun fondasi bersama untuk menghadapi tantangan yang ada.

Irene juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dalam visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Dari Anak Tukang Parkir ke Pemimpin Pemuda: Kisah Inspiratif Akbar Apriansyah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X