WartaPesona.com - Era digitalisasi menuntut seluruh sektor industri, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk bertransformasi menuju teknologi Industri 4.0.
Baca Juga: Permenpora Nomor 14 Tahun 2024: Akhiri Dualisme, Wujudkan Kepengurusan Cabor yang Solid
Sebagai bagian dari peta jalan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong digitalisasi dan otomatisasi di sektor IKM melalui berbagai program strategis, seperti e-Smart IKM dan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) di Jakarta (18/11).
“Kami ingin membantu IKM mempercepat adopsi teknologi dari proses manajemen hingga pemasaran, sehingga daya saing mereka meningkat,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita.
Melalui program e-Smart IKM, Kemenperin memberikan pelatihan literasi digital kepada pelaku IKM untuk memanfaatkan pemasaran daring.
Baca Juga: Tingkatkan Transparansi dan Prestasi: Wamenpora Tutup Bimtek Administrasi Olahragawan Elit Nasional
Program ini menggandeng berbagai marketplace, memberi peluang bagi IKM untuk memasarkan produknya secara lebih luas dan efisien.
Reni menyebut program ini sebagai bagian dari strategi besar Making Indonesia 4.0, dengan fokus pada pemberdayaan IKM dalam dunia digital.
Untuk mengukur kesiapan IKM dalam bertransformasi, Kemenperin mengembangkan INDI 4.0, indeks penilaian kesiapan adopsi teknologi dan digitalisasi.
Hasil pengukuran pada Juli dan November 2024 menunjukkan rata-rata skor IKM masih di level 1,31 (kesiapan awal). Meski demikian, Kemenperin optimistis bahwa langkah-langkah strategis, seperti workshop transformasi digital dan pendampingan khusus, dapat meningkatkan kesiapan IKM menuju level lebih tinggi.
Sebagai bagian dari rangkaian acara Gebyar IKMA 2024, Kemenperin mengadakan Workshop Awareness dan Assessment INDI 4.0 di Jakarta pada 15-16 November 2024.
Workshop ini melibatkan 118 IKM dari berbagai sektor, termasuk finalis Indonesia Food Innovation (IFI), peserta Startup4industry, dan penerima penghargaan Upakarti. Peserta mendapat pelatihan transformasi digital, cara mengisi self-assessment INDI 4.0, dan pendampingan dalam mengidentifikasi tantangan serta strategi pengembangan.
Baca Juga: Strategi Kemenperin Pacu Daya Saing Industri: Perketat Impor dan Perkuat Hilirisasi
Artikel Terkait
Mengasah Kreativitas Muda: CBI Dorong Pelaku Industri Kreatif Naik Kelas
Industri TPT Indonesia Fokus Pada Keberlanjutan dan Ekspansi Pasar Global
Strategi Kemenperin Pacu Daya Saing Industri: Perketat Impor dan Perkuat Hilirisasi
Indonesia Manufacturing Center Purwakarta: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri Nasional
MoU Garam Lokal: Sinergi Kemenperin dan Petambak Demi Kemandirian Industri