Permenpora Nomor 14 Tahun 2024: Akhiri Dualisme, Wujudkan Kepengurusan Cabor yang Solid

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 21 November 2024 | 12:59 WIB
Wamenpora Taufik Hidayat memberikan arahan di acara penutupan Bimtek, simbol dedikasi pada pembinaan olahraga nasional yang lebih tertib. (Kemenpora (Foto: Egan))
Wamenpora Taufik Hidayat memberikan arahan di acara penutupan Bimtek, simbol dedikasi pada pembinaan olahraga nasional yang lebih tertib. (Kemenpora (Foto: Egan))

WartaPesona.com - Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 hadir sebagai solusi untuk mengakhiri dualisme kepengurusan induk cabang olahraga (cabor) di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Manufacturing Center Purwakarta: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri Nasional

Dengan kebijakan ini, diharapkan pembinaan atlet dapat berlangsung lebih baik, sehingga menghasilkan prestasi yang lebih gemilang di kancah nasional dan internasional.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, menyampaikan harapan tersebut dalam pidatonya saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Fasilitasi Olahragawan Elit Nasional sekaligus Sosialisasi Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Rabu (20/11) malam.

Menurut Wamenpora, Permenpora ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin independensi dan legitimasi kepengurusan induk cabor.

Baca Juga: Apple Siap Investasi Rp1,58 Triliun di Indonesia: Kemenperin Dorong Komitmen TKDN untuk Ekosistem Digital Lokal

“Permenpora ini bukan intervensi, tapi upaya menciptakan pengelolaan yang lebih tertib dan profesional,” ujar Taufik.

Taufik mengaku prihatin melihat dualisme bahkan hingga tiga kepengurusan dalam satu cabor—yang dapat merugikan pembinaan atlet.

“Kita ingin kepengurusan yang solid, bukan konflik. Sebab, kepengurusan itu hanya sementara, sedangkan atlet adalah masa depan bangsa,” tambahnya.

Baca Juga: Strategi Kemenperin Pacu Daya Saing Industri: Perketat Impor dan Perkuat Hilirisasi

Pemerintah, kata Wamenpora, memiliki kepedulian tinggi terhadap pembinaan atlet. Dengan kepengurusan yang tertib, diharapkan fokus utama tetap pada pengembangan kemampuan atlet, bukan pada konflik internal.

“Kita harus ingat, tugas utama adalah mendukung atlet agar dapat berprestasi. Permenpora ini hadir untuk memastikan atlet tidak dirugikan akibat konflik kepengurusan,” tegas Taufik.

Wamenpora juga menekankan pentingnya pengelolaan administrasi yang rapi dan transparan. Hal ini penting untuk menghindari masalah saat ada audit dari lembaga seperti BPK RI.

Baca Juga: Motivasi Erick Thohir di Ruang Ganti Ampuh Mengantar Indonesia Kalahkan Arab Saudi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenpora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X