Gedung Museum Sumpah Pemuda di Kramat Raya Jakarta pernah jadi toko bunga, ceritanya begini

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 09:43 WIB
Gedung Museum Sumpah Pemuda di Kramat Raya Jakarta Pusat.  (kemdikbud.go.id)
Gedung Museum Sumpah Pemuda di Kramat Raya Jakarta Pusat. (kemdikbud.go.id)

Baca Juga: Optimisme Indonesia Maju: Belanja produk lokal tingkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun

Setelah itu, pada tahun 1948-1951 gedung itu berubah fungsi menjadi Hotel Hersia, dan pada 1951-1970 menjadi Kantor Inspektorat Bea dan Cukai.

Gedung yang dalam catatan sejarah sudah ada sejak awal abad ke-20, ini kemudian menjadi Museum Sumpah Pemuda pada tahun 1973.

Seperti diketahui, Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Peristiwa sejarah ini merupakan momentum penting munculnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dari seluruh pemuda di Tanah Air pada tahun 1928.

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2025 Rumah Tangga di DKI Jakarta akan dikenai retribusi sampah, besarannya segini

Untuk mengenang peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, gedung bersejarah di Kramat Raya Jakarta Pusat itu dijadikan museum.

Adalah Prof Mr Soenario, tokoh pelaku Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang mengusulkan didirikannya Museum Sumpah Pemuda.

Pada 15 Oktober 1968, Prof Mr Soenario mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Dalam surat itu Prof Mr Soenario meminta perhatian terhadap gedung di Kramat Raya Jakarta yang menjadi tempat bersejarah ikrar Sumpah Pemuda.

Baca JugaAlasan Presiden Jokowi yakin Indonesia jadi kekuatan ekonomi baru superpower economy di Asia

Prof Mr Soenario, dalam suratnya itu menyebut jika nilai-nilai persatuan yang dirintis oleh para Generasi 28 harus diwariskan kepada generasi yang lebih muda.

Berawal dari permintaan Prof Mr Soenario, Gubernur Ali Sadikin kemudian pada 1972 menetapkan gedung bersejarah yang waktu itu dikenal sebagai Gedung Kramat 106 sebagai bangunan cagar budaya.

Setahun kemudian, Gedung Kramat 106 dipugar dan dijadikan museum bernama Gedung Sumpah Pemuda.

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Gedung Sumpah Pemuda itu pada 20 Mei 1973.

Baca Juga: Hari Raya Idulfitri 2025, Pemprov Jateng tambah kuota mudik gratis, titik kumpul diperluas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Sumber: kemdikbud.go.id, Museumsumpahpemuda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X