WartaPesona.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan adanya penertiban indekos atau rumah kost di Kota Yogyakarta.
Usulan MUI terkait penertiban indekos atau rumah kost di Yogyakarta, tak lain karena kota pendidikan ini banyak menampung mahasiswa luar daerah.
Menurut MUI, usulan penertiban indekos atau rumah kost di Yogyakarta itu agar tetap berpegang teguh pada adat istiadat, etika, moral, dan ajaran agama.
Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY KH Machasin, saat bertemu Gubernur Sri Sultan HB X di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, baru-baru ini.
Terkait usulan itu, Gubernur Sri Sultan HB X menyambut baik dan mengapresiasi. Dia pun berharap, agar Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat orang untuk belajar dan mendapatkan ijazah. Namun, juga tempat orang mempelajari budaya.
Baca Juga: West Java Festival WJF 2024 di Gedung Sate Bandung digelar mulai Rabu 21 Agustus, dipastikan meriah!
"Mereka yang pulang dari DIY bisa menjadi duta-duta kebudayaan di kampung halamannya," kata Raja Yogyakarta, tersebut dikutip dari situs jogjaprov, Minggu (25/8/2024).
Raja Yogyakarta Sri Sultan HB X juga menyatakan, jika pihaknya akan membicarakan usulan penteriban indekos itu dengan bupati wali kota sebagai yang punya wilayah.
Sementara itu terkait usulan penertiban indekos, Ketua MUI DIY Machasin menjelaskan pihaknya juga berniat membuat tempat-tempat publik menjadi lebih ramah terhadap umat muslim.
Baca Juga: Pasar kosmetik di Indonesia, ekspansif! Diperkirakan terus melesat hingga 2028
Menurutnya, hal tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, umat muslim berkewajiban untuk beribadah wajib 5 waktu dalam sehari.
"Sehingga hal ini membutuhkan tempat khusus yang lebih mudah diakses. Hal ini akan mendukung pengembangan halal tourism di DIY," kata KH Machasin.
Dia mengungkapkan, bahwa turis itu tidak semuanya muslim. Namun, bagaimana turis muslim ini bisa lebih kerasan lagi.
Artikel Terkait
BBPOM Yogyakarta musnahkan 1.603 dus produk pangan tidak sesuai ketentuan senilai Rp40 juta
Patroli Siber BBPOM Yogyakarta temukan 445 link produk mengandung bahan berbahaya
Jadah Tempe, makanan tradisional Yogyakarta yang punya makna dan cita rasa
Job fair di Yogyakarta Agustus 2024 sediakan 2.000 lowongan pekerjaan, apa saja simak di sini
Berburu batik ke Desa Giriloyo Bantul Yogyakarta, tak hanya banyak pilihan, tapi juga bisa belajar sejarahnya
Universitas Respati Yogyakarta latih siswa SD jadi Duta Mitigasi Bencana
Pemda DI Yogyakarta berdayakan 30.000 lebih warga pengangguran lewat program Padat Karya 2024
Pendaftaran CPNS Pemda DIY 2024, buruan daftar ada lowongan Tenaga Kesehatan dan Polisi Kehutanan