WartaPesona.com - Berburu kain batik hingga ke Desa Giriloyo Bantul Yogyakarta akan memberikan kepuasan tersendiri. Tidak hanya karena banyak pilihan, namun karena keaslian dan pengalaman uniknya.
Sudah pasti membeli sesuatu seperti kain batik hingga ke tempat pembuatnya di Desa Giriloyo Bantul Yogyakarta, akan lebih memberikan kepuasan.
Dengan datang langsung ke sentra batik Giriloyo Bantul Yogyakarta, pengunjung akan bebas memilih tak khawatir kena tipu.
Hal itu sekiranya juga berlaku bagi komoditas lain, yang jika membeli langsung ke tempat pembuatnya akan lebih memuaskan.
Banyak pilihan dan varian harga serta model karena membeli sesuatu di tempat pembuatnya adalah salah satu kelebihan.
Namun, berburu kain batik ke Desa Girimulyo Bantul Yogyakarta tidak hanya akan memberikan keleluasaan memilih model dan harga.
Baca Juga: Partai Golkar terbitkan 331 surat rekomendasi dukungan Bakal Paslon Kepala Daerah di Pilkada 2024
Lebih dari itu, pengunjung yang datang ke Desa Giriloyo juga akan mendapatkan ilmu tentang batik dan sejarahnya.
Bahkan jika menginginkan, pengunjung bisa belajar membatik bersama para perajin berpengalaman di Desa Giriloyo tersebut.
Belajar membatik sambil mendengar sejarah masa lalu munculnya kerajinan batik di Giriloyo, akan menambah kesan mendalam terhadap kain batik khas desa ini.
Baca Juga: Rizki Juniansyah, lifter pertama Indonesia yang meraih emas di Olimpiade
Dan, Giriloyo memanglah sebuah desa yang sejak zaman Kerajaan Mataram sudah menjadi sentra perajin batik tulis tradisional khas Yogyakarta.
Nun pada zaman Raja Mataram Sultan Agung, warga mulai mengenal kain batik dari para abdi dalem keraton yang sering datang ke Desa Giriloyo di abad 17 Masehi.
Artikel Terkait
Baru-Baru Ini Viral! Pilot dan Co-Pilot Penerbangan Batik Air BTK6723 Tertidur Selama 28 Menit dalam Penerbanganya !
Kemenparekraf Berikan Dukungan untuk Pameran “Keindahan Karya Kain dan Batik Ku Indonesia” di Italia
Gibran Percepat Pembangunan Infrastruktur Kampung Batik Kauman di Solo
Batik Indonesia: Menembus Pasar Internasional dengan Keindahan Warisan Budaya
Potensi ekonomi tahun 2025 di Yogyakarta, dari pariwisata, pertanian, dan UMKM akan jadi sektor unggulan
BBPOM Yogyakarta musnahkan 1.603 dus produk pangan tidak sesuai ketentuan senilai Rp40 juta
Patroli Siber BBPOM Yogyakarta temukan 445 link produk mengandung bahan berbahaya
Jadah Tempe, makanan tradisional Yogyakarta yang punya makna dan cita rasa
Job fair di Yogyakarta Agustus 2024 sediakan 2.000 lowongan pekerjaan, apa saja simak di sini