Daryono mengingatkan, bahwa hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu memprediksi terjadinya gempa, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, dengan tepat dan akurat.
Karena itu, informasi potensi gempa megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sama sekali bukan prediksi atau peringatan dini.
"Sehingga jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat," tegas Daryono. ***(KKO)
Artikel Terkait
Gempa Bumi Kekuatan 2.9 Terjadi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Gempa Terkini di Keerom, Papua: Evaluasi Dampak dan Respons Masyarakat
Tips Menghindari Gempa: Langkah-Langkah Penting untuk Menjaga Keselamatan
Penyebab Gempa Bumi: Memahami Gejala Alam yang Membangkitkan Kekuatan Duniawi
Gempa Bumi Berkekuatan 4.3 Guncang Kuantan Singingi, BMKG Pekanbaru Siaga
Gempa Terkini Berkekuatan M 4,8 Mengguncang Wilayah Trenggalek, Simak Informasinya
Tak Disangka! Gempa Bumi M 4,4 Guncang Melonguane Sulut, Berpusat dari Laut
Begini sejarah Masjid Gedhe Yogyakarta, dibangun bertahap, pernah runtuh karena gempa tahun 1867
Gempa 7.5M Mengguncang Taiwan, Apakah Berpotensi Tsunami?