Tim WartaPesona - Gempa yang mengguncang wilayah Keerom, Papua pada Jumat, 2 Juni 2023, telah menciptakan perhatian dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang diumumkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun media sosial resmi Twitter @infoBMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,8 dan terasa hingga wilayah Keerom, Papua.
Menurut data BMKG, pusat gempa terletak di koordinat 4,21 Lintas Selatan (LS) dan 143,70 Bujur Timur (BT), atau sekitar 340 km tenggara Keerom, Papua.
Gempa ini terjadi pada kedalaman 90 km di bawah permukaan laut.
Pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang dikutip dari laman BMKG, diberikan informasi mengenai tingkat getaran dan dampak gempa yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Mengokohkan Persatuan dan Keadilan: Peringatan Hari Kelahiran Pancasila sebagai Landasan Bangsa Indonesia
Skala MMI ini memberikan gambaran tentang bagaimana guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat dan dampaknya terhadap bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Tingkatan MMI dimulai dari I hingga XII, dengan dampak yang semakin signifikan seiring peningkatan tingkat MMI.
Pada tingkatan I hingga II, getaran gempa hanya dapat dirasakan oleh beberapa orang atau benda-benda ringan seperti lampu gantung yang bergoyang.
Pada tingkatan III hingga IV, getaran gempa dirasakan secara nyata dalam rumah dan dapat menyebabkan kerusakan ringan pada benda-benda seperti gerabah, jendela, dan dinding.
Pada tingkatan V hingga VI, getaran gempa dapat dirasakan oleh hampir semua orang dan dapat menyebabkan kerusakan lebih serius pada bangunan, seperti retakan pada dinding, pecahnya cerobong asap, dan barang-barang terpelanting.
Pada tingkatan VII hingga VIII, kerusakan semakin parah dengan bangunan yang rusak pada bagian struktural, seperti retakan pada dinding yang lebih serius, dan bahkan monumen yang roboh.
Baca Juga: Kereta api pertama di Indonesia: Sejarah dan Perkembangan
Tingkatan IX hingga XII adalah tingkatan yang paling parah, di mana terjadi kerusakan total pada bangunan dan bahkan tanah terbelah.
Bangunan dengan konstruksi kuat dapat mengalami kerusakan signifikan, dan benda-benda terlempar ke udara.
Pemandangan juga dapat berubah gelap karena dampak yang signifikan dari gempa tersebut.
Namun, penting untuk diingat bahwa informasi mengenai gempa ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
Oleh karena itu, perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dari sumber yang terpercaya seperti BMKG atau otoritas terkait untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai gempa ini.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh otoritas setempat.
Baca Juga: Dukungan Elektabilitas Erick Thohir Meningkat: Dominasi dalam Polling Twitter sebagai Calon Wakil Presiden
Menjaga keselamatan diri dan orang lain adalah prioritas utama.
Selalu siapkan diri dengan pengetahuan tentang tindakan darurat saat terjadi gempa, seperti berlindung di tempat yang aman, menjauh dari benda-benda yang dapat roboh, dan menghindari daerah rawan seperti tepi pantai atau bangunan yang rusak.
Semoga masyarakat Keerom, Papua, dan wilayah terdampak lainnya tetap kuat dan dapat pulih dengan cepat setelah gempa ini.
Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan saling mendukung dalam menghadapi situasi yang tidak terduga seperti ini. *** (FA)
Penulis: Fisqiyyah Awawin
Artikel Terkait
Kereta api pertama di Indonesia: Sejarah dan Perkembangan
Presiden Jokowi tetapkan Logo IKN bertema Pohon Hayat Nusantara, karya siapa?
Promedia Bangun Megaportal Bantu KUMKM Naik Kelas
Faktor Erick Thohir, Alasan Utama Argentina Terima Tantangan Timnas Indonesia
Mengokohkan Persatuan dan Keadilan: Peringatan Hari Kelahiran Pancasila sebagai Landasan Bangsa Indonesia