“Selain itu juga kasus pungutan liar di rutan KPK yang melibatkan 90 lebih pegawai KPK,” katanya.
Terhadap situasi tersebut, Ketua Departemen Hukum Tata Negara FH UGM Zainal Arifin Mochtar, pun mengaku sangat pesimis agenda pemberantasan korupsi ke depan akan bisa berjalan dengan baik.
Hal tersebut karena variabel penting seperti mengembalikan independensi KPK, memperbaiki undang-undang tindak pidana korupsi, hingga penguatan faktor lain yang berkaitan dengan komitmen pemberantasan korupsi sama sekali tidak muncul dari Presiden terpilih.
Namun demikian, menurutnya, momentum proses pemilihan pimpinan KPK yang saat ini sedang berjalan bisa saja menjadi kesempatan kecil untuk mendorong perbaikan KPK. ***(KKO)
Artikel Terkait
Febri Diansyah Jadi Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo: Kasus Korupsi Kementan Terungkap
Syahrul Yasin Limpo Tersandung Kasus Korupsi, PKS Tetap Bersama Koalisi Perubahan untuk Persatuan
Sandiaga Uno: Melawan Korupsi Membangun Budaya Antikorupsi yang Kuat di Kemenparekraf
Alexandar Marwata, Wakil Ketua KPK Menduga Terdapat Aliran Dana dari Syahrul Yasin Limpo ke Partai Nasdem
Pengertian Korupsi serta beberapa contoh kasus korupsi yang terkenal dari tahun 2023 hingga saat ini
Inilah Nama Para Tersangka Korupsi Timah, Kerugian Negara Bertambah Jadi Rp300 Triliun. Mantan Dirjen Minerba ESDM Terlibat
Hasto Kristiyanto Dipanggil KPK Terkait Kasus Harun Masiku
KPK Memeriksa Saksi Lagi Terkait Harun Masiku: Adanya Informasi Terbaru
KPK Mendapati Lokasi Harun Masiku, Berharap Penangkapan Dalam Satu Pekan