Baca Juga: Ini rute Transjakarta dan LRT menuju Stasiun KCJB Halim, jangan keliru
Kemudian, tantangan berikutnya adalah musim kemarau yang berkepanjangan. Tidak meratanya aksesibilitas, serta distribusi air bersih, dan infrastruktur pengelolaan sumber daya air.
Dwikorita menegaskan jika hal tersebut terus dibiarkan, krisis air akan berujung pada krisis pangan, krisis energi, bahkan krisis sosial.
Dia mengingatkan pula bahwa semakin menipisnya sumber daya alam termasuk air juga disebabkan jumlah populasi penduduk dunia yang terus bertambah.
Baca Juga: Siap-siap November 2023 razia uji emisi di DKI, kendaraan tak lolos uji akan ditilang
Karena itu, dia menyerukan semua negara agar melakukan aksi mitigasi dan adaptasi secara sistematis dan kolaboratif.
Merumuskan kebijakan konservasi dan pengelolaan sumber daya air secara efisien berbasis ilmu pengetahuan.
"Ini penting untuk segera dilakukan karena air adalah salah satu kebutuhan dasar hidup manusia," tegas Dwikorita. *(SA/K)
Artikel Terkait
Gempa Hari Ini di Mentawai Berkekuatan M 6,9, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Mengapa hujan masih turun di musim kemarau? Simak penjelasan BMKG berikut ini
Gempa Bumi Berkekuatan 4.3 Guncang Kuantan Singingi, BMKG Pekanbaru Siaga
BMKG prakirakan musim hujan 2023-2024 datang lebih lambat dan tidak serentak, berikut ini rinciannya
BMKG prakirakan suhu panas terik di siang hari masih berlanjut hingga Oktober 2023, warga diimbau jaga stamina
Update BMKG, musim kemarau berakhir Oktober ini, hujan akan tiba awal November 2023
Peringati Tsunami Aceh 2004, BMKG ungkap strategi bangun masyarakat tangguh bencana