Patung tersebut menunjuk ke arah Kemayoran, yang pada masanya terdapat Bandar Udara.
Sebagai lambang kebanggaan, Patung Dirgantara ini dibuat setinggi 11 meter. Tiang cor beton berketinggian 27 meter, dengan panjang tiang sekitar 36 meter. Adapun beratnya mencapai sekitar 11 ton.
Dilansir dari situs jakarta.go.id, konservasi terhadap Patung Dirgantara tersebut merupakan upaya perawatan, pelestarian Objek Cagar Budaya yang memiliki nilai sejarah perkembangan Jakarta dan peradaban.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana, mengatakan konservasi Patung Dirgantara itu dilakukan sesuai amanat Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya mengenai pemeliharaan.
Dia mengatakan, bahwa pada tahun 2014 Patung Dirgantara juga pernah menjalani proses perawatan atau konservasi.
Namun akibat faktor alam seperti polutan, kelembapan, suhu, cahaya, dan sebagainya menyebabkan proses degradasi patung dan korosi, hingga pemudaran warna.
"Karena itu upaya pembersihan, perbaikan, pengawetan, dan perlindungan dilakukan untuk mengendalikan kerusakan," kata Iwan Henry Wardhana, terkait konservasi Patung Dirgantara di Jakarta Selatan tersebut. *(SA/K)
Artikel Terkait
Destinasi Wisata di Pulau Koh Samui Thailand, ada Patung Budha besar setinggi 12 meter
Sejarah Patung Rhodes, kisah kuno yang melegenda sepanjang zaman
Seni Patung Indonesia, ada sejak zaman kuno, berkembang turun-temurun hingga kini
Seni patung abstrak, ekspresi jiwa seniman yang menginspirasi
Patung Kontemporer, seni merangkai masa lalu dan masa depan, futuristik
Sudah tahu belum? Patung Selamat Datang Jakarta dibuat di Sleman Yogyakarta, lho
Viral! Pembangunan Patung Bung Karno Di Banyuasin, Sumatra Selatan Jadi Sorotan, Dianggap Tidak Mirip