Monumen Plataran, tempat digelarnya Selo Culture Festival 2023 punya kisah sejarah perang kemerdekaan 1949

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Sabtu, 30 September 2023 | 23:58 WIB
Monumen Plataran di Desa Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta.  (Dok. WP)
Monumen Plataran di Desa Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta. (Dok. WP)

WartaPesona.com - Monumen Plataran yang menjadi tempat digelarnya Selo Culture Festival 2023 di Desa Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta punya kisah sejarah.

Kisah sejarah Monumen Plataran tempat gelaran Selo Culture Festival 2023 itu terkait peristiwa perang kemerdekaan di tahun 1945-1949.

Monumen Plataran menjadi tempat digelarnya Selo Culture Festival 2023 Selomartani juga karena monumen itu merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di desa tersebut.

Baca Juga: Hub Space Hari Perhubungan Nasional 2023, Presiden Jokowi jajal Taksi Terbang tenaga listrik

Sejak tahun 2018, Monumen Plataran sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata sejarah di Desa Selomartani.

Hal tersebut karena selain sejarahnya, juga kawasan tersebut dirintis sebagai kawasan wisata seni, budaya, dan sejarah.

Tak jauh dari Monumen Plataran, terdapat Embung Selomartani sebagai destinasi yang menawarkan keindahan alam pedesaan di kecamatan Kalasan tersebut.

Baca Juga: Begini sejarah Masjid Gedhe Yogyakarta, dibangun bertahap, pernah runtuh karena gempa tahun 1867

Kemudian juga ada panggung hiburan, tempat dilangsungkannya berbagai pentas seni dan budaya setempat.

Desa Selomartani yang terdiri dari 20 padukuhan, punya kekayaan seni yang beragam. Mulai dari Jathilan, Badui, Gejog Lesung, dan banyak lagi.

Pada gelar budaya Selo Culture Festival 2023 ini, berbagai kesenian tersebut ditampilkan selama pelaksanaan event yang berlangsung dua hari sejak Sabtu (30/9) hingga Minggu (1/10/2023).

Baca Juga: Masjid Gedhe Yogyakarta, destinasi wisata religi yang bersejarah dan kaya filosofi Jawa

Sementara itu, Monumen Plataran menjadi destinasi wisata sejarah yang menjadi sarana edukasi tentang cinta tanah air dan nasionalisme.

Dalam sejarahnya, Monumen Plataran ini dibangun untuk mengenang para pejuang kemerdekaan yang gugur saat peristiwa agresi militer Belanda II pada 24 Februari 1949.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X