BMKG prakirakan musim hujan 2023-2024 datang lebih lambat dan tidak serentak, berikut ini rinciannya

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 26 September 2023 | 14:29 WIB
BMKG memprakirakan musim hujan tahun 2023-2024 terjadi tidak serentak. (Dok. WP)
BMKG memprakirakan musim hujan tahun 2023-2024 terjadi tidak serentak. (Dok. WP)

Januari-Mei 2024
Sekitar 22 zona musim atau 3,2 persen diharapkan akan mengalami awal musim hujan.

BMKG menyatakan, terdapat sekitar 50 zona musim atau 7,2 persen yang sudah memasuki musim hujan.

Sementara sekitar 12 zona musim atau 1,7 persen merupakan daerah dengan musim hujan sepanjang tahun 2023.

Baca Juga: Grebeg Mulud peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Yogyakarta digelar Kamis 28 September 2023

Selain itu, ada 113 zona musim atau 16,1 persen yang termasuk dalam tipe zona musim 1 musim.

Menurut BMKG jika dibandingkan dengan normalnya, secara umum musim hujan diprediksi akan datang lebih lambat pada sekitar 446 zona musim, atau sekitar 63,8 persen di seluruh wilayah Indonesia.

Terdapat juga sekitar 56 zona musim atau sekitar 8 persen wilayah Indonesia yang diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang sama dengan rata klimatologisnya.

Baca Juga: Mematikan handphone yang berbunyi bisa membatalkan sholat? Simak pendapat ulama berikut ini

Musim hujan 2023-2024 secara umum diprediksi akan bersifat normal, yaitu terjadi pada sekitar 566 zona musim atau sekitar 80,9 persen.

Namun terdapat beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan dengan sifat Atas Normal atau curah hujan yang lebih tinggi dari
rata-rata klimatologisnya, yaitu sebanyak 69 zona musim atau 9,9 persen.

Baca Juga: 941 pengendara terjaring Operasi Zebra Jaya 2023 di Jakarta Selatan, 56 ditilang e-TLE

Wilayah tersebut meliputi Aceh bagian selatan, Sumatera Utara bagian utara, Riau bagian Utara, Sumatera Barat bagian selatan, Jambi bagian utara, Bengkulu bagian Utara, Sumatera Selatan bagian barat, Banten bagian Selatan, Sulawesi tengah bagian Selatan, dan Sulawesi Tenggara bagian selatan.

Sedangkan wilayah yang diperkirakan akan bersifat bawah normal sebanyak 64 zona musim atau 9,2 persen.

Daerah itu meliputi sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, Lampung bagian selatan, sebagian kecil Banten, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah bagian timur.

Baca Juga: Lodeh, sayur tradisional Jawa yang kaya manfaat kesehatan dan makna filosofi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X