Buka Kongres ke-25 PWI 2023, Presiden Jokowi ingatkan Pers jangan bersaing karena viral

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 26 September 2023 | 09:11 WIB
Presiden Joko Widodo bersama perwakilan PWI seluruh Indonesia usai pembukaan Kongres ke-25 PWI 2023 di Istana Negara Jakarta.  (Instagram @jokowi)
Presiden Joko Widodo bersama perwakilan PWI seluruh Indonesia usai pembukaan Kongres ke-25 PWI 2023 di Istana Negara Jakarta. (Instagram @jokowi)

WartaPesona.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar insan pers tidak terpancing sesuatu yang viral dan hoaks dalam membuat pemberitaan.

Selain jangan terpancing karena viral, Presiden Jokowi juga mengajak insan pers untuk memegang teguh kode etik jurnalistik.

Menurut Presiden Jokowi, kode etik jurnalistik adalah nilai plus dan kelebihan media dan pers dibandingkan citizen journalism.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu dalam sambutan pembukaan Kongres ke-25 PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) 2023 di Istana Negara Jakarta, seperti dikutip dari laman setkab, Selasa (26/9).

Baca Juga: Mendag Zulkifli pastikan social commerce tak boleh lagi berjualan, kecuali promosi

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta kepada PWI untuk menjaga profesionalisme insan pers di tanah air.

Sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia, Presiden Jokowi berharap PWI bisa membantu masyarakat mendapatkan pemberitaan yang benar, autentik, berkualitas, dan berimbang.

"Sekarang ini mestinya berita yang baik itu bukan berita yang asal viral, bukan asal sensasional, karena itu justru memicu bertebarannya hoaks yang sampai saat ini masih ada," kata Presiden.

Baca Juga: Grebeg Mulud peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Yogyakarta digelar Kamis 28 September 2023

Menurut Presiden Jokowi, hingga saat ini berdasarkan laporan Menkominfo masih ada sekitar 11.000 berita hoaks yang bertebaran di dunia digital.

Dalam sambutan pembukaan Kongres ke-25 PWI 2023, Presiden Jokowi juga menyampaikan pentingnya membuat payung besar transformasi digital yang lebih holistik.

Hal tersebut diperlukan agar regulasi tentang transformasi digital bisa menjadi seperti yang diharapkan masyarakat.

Baca Juga: Mematikan handphone yang berbunyi bisa membatalkan sholat? Simak pendapat ulama berikut ini

Presiden Jokowi mengatakan, perkembangan teknologi digital semestinya bisa menciptakan potensi ekonomi baru, bukan membunuh ekonomi yang sudah ada.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X