Sandiaga Uno: Dampak Kebakaran, Okupansi Hotel di Bromo Mengalami Penurunan

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 20 September 2023 | 14:18 WIB
 Okupansi Hotel di Bromo Mengalami Penurunan, Dampak Kebakaran Gunung Bromo. (kemenparekraf.go.id)
Okupansi Hotel di Bromo Mengalami Penurunan, Dampak Kebakaran Gunung Bromo. (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Kawasan Gunung Bromo yang terletak di Jawa Timur adalah salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia. Namun, baru-baru ini, Gunung Bromo mengalami insiden yang mengkhawatirkan ketika kebakaran melanda kawasan hutan di sekitarnya.

Dampak dari kebakaran ini ternyata tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga industri pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan keprihatinannya terhadap situasi ini.

Baca Juga: Cireng Cipaganti Bandung: Nikmatnya Gurihnya Tradisi Makanan Jalanan Khas Kota Kembang

Setelah menghadiri kegiatan KaTa Kreatif di Kabupaten Karanganyar, Menparekraf Sandiaga mengungkapkan bahwa dampak kebakaran di Bromo sangat besar, terutama terasa di hotel-hotel yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Hotel-hotel di Bromo sekarang tingkat okupansinya di bawah 50 persen karena (dampak) kebakaran hutan," ujar Menparekraf Sandiaga.

Pentingnya Keselamatan dan Keberlanjutan Lingkungan

Untuk mengatasi situasi ini dan mencegah terulangnya insiden serupa, Menparekraf Sandiaga mendorong untuk melakukan kajian menyeluruh terkait aspek CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability) di seluruh taman nasional dan destinasi wisata alam lainnya.

Baca Juga: Manchester City Menggila dengan Kemenangan 3-1 Kontra Red Star Belgrade, Rodri Pemaik Terbaik

"Dilakukan kajian agar aspek-aspek keselamatan yang fokus pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dapat berjalan dengan baik," tambah Sandiaga.

Kebakaran terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo, tepatnya di area Bukit Teletubbies, dan diperkirakan mencapai luas hingga 500 hektar. Kejadian ini diduga bermula dari flare yang dinyalakan oleh pengunjung saat melakukan sesi foto pre-wedding pada tanggal 6 September.

Menanggapi situasi ini, Menparekraf Sandiaga memberikan dukungannya sepenuhnya terhadap upaya penegakan hukum oleh pihak kepolisian. Sandiaga menyatakan, "Sudah diproses hukum dan ada pembelajaran, pembinaan.

Baca Juga: Terjadi pelanggaran HAM, Pulau Rempang dan Kekuatan Aparat yg Berlebih, Serta Tembakan Gas Air Mata

Kalau ada pengulangan harus ada efek jera. Jadi hukum harus mampu memberikan rasa keadilan karena banyak masyarakat yang terdampak jadi kehilangan lapangan pekerjaan pendapatan akibat ulah dan kecerobohan pelaku."

Dalam situasi yang menantang ini, penting untuk merespons dengan cepat dan tegas, serta memprioritaskan keselamatan lingkungan dan keberlanjutan sektor pariwisata yang begitu penting bagi ekonomi lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X