Jaringan liver dapat dilakukan kauterisasi untuk menghentikan pendarahan-pendarahan, yang biasanya merembes menutupi lapangan operasi.
Pendarahan tersebut juga menjadi risiko pasien kehilangan darah cukup bermakna.
Karena itu, fitur kemampuan kouter melakukan koagulasi sumber pendarahan merupakan salah satu fitur yang sangat penting.
Fitur tersebut memungkinkan operasi berlangsung dengan pendarahan minimal, sehingga pasien dapat segera pulih pasca pembedahan.
Teknologi robotik telesugeri di Indonesia mulai dikembangkan sejak tahun 2020, dan masuk dalam roadmap pengemangan robotik telesugeri tahun 2021-2024.
Kementerian Kesehatan RI mengembangkan teknologi bedah robotik (Robotic Telesurgery) tersebut, karena dinilai lebih efisien.
Selain itu, juga mampu meningkatkan akses layanan operasi bedah jarak jauh secara lebih luas hingga ke berbagai provinsi. Walaupun, di provinsi tersebut tidak ada tenaga spesialis atau sub spesialis bedah. ***(KKT)
Artikel Terkait
Inovasi Teknologi dalam Mendorong Keberhasilan UMKM di Era Digital
Perkembangan Terkini dalam Teknologi Baterai Kendaraan Elektrik
Teknologi VR ciptakan realitas dunia maya yang imersif, berdampak ke semua sektor industri
Mengenal Teknologi AI, kecerdasan buatan yang berpotensi menggeser peran manusia di semua sektor kehidupan
Teknologi Suara Terbaru di Handphone: Voice Assistants dan Audio HD
Mengungkap seluk-beluk balap mobil paling bergengsi Formula 1, sejarah, peraturan, dan teknologi
Manfaat kesehatan tanaman lidah buaya dan cara pengolahannya, simpel