Di Desa Maria, terdapat sekitar 13 uma lengge dan 103 jompa milik rakyat yang sudah diwariskan secara turun temurun sejak zaman kolonial. Selain menjadi salah satu ikon budaya di Desa Maria, uma lengge juga menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat Bima, lho.Pasalnya, hasil panen yang disimpan di uma lengge bisa bertahan hingga satu tahun.
Baca Juga: Presiden Jokowi Sampaikan Apresiasi Budaya Gotong Royong Masyarakat Indonesia Hadapi Pandemi Covid19
2. Melihat proses pembuatan kain tenun khas Bima, tembe nggoli sekaligus merasakan sensasi seru membuatnya
Kalau Sumatra Utara punya kain ulos, Bima punya kain tenun khas yang bernama tembe nggoli atau biasa juga disebut sarung nggoli. Terbuat dari benang kapas atau katun, tembe nggoli punya ragam warna yang cerah dan bermotif khas. Dari teksturnya, tembe nggoli berbahan halus dan tidak mudah sobek. Uniknya, tembe nggoli akan hangat bila dipakai saat cuaca dingin dan terasa dingin jika dipakai saat cuaca panas.
Untuk menghasilkan satu buah sarung nggoli, pengrajin rata-rata membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Nah, di Desa Maria ini, selain bisa melihat proses pembuatannya, kamu juga bisa merasakan sensasi menenun langsung tembe nggoli menggunakan alat tenun tradisional didampingi oleh para pengrajinnya. Masa nggak tertarik sih, Sobat Pesona!
Baca Juga: Presiden Jokowi Sampaikan Apresiasi Budaya Gotong Royong Masyarakat Indonesia Hadapi Pandemi Covid19
3. Berburu foto instagenic di uma lengge dengan menggunakan pakaian adat khas Bima
Artikel Terkait
Keren ! Selama Libur Long Weekend Imlek 466 Ribu Orang Gunakan Kereta Api
Ini 5 Varian Kopi khas Sumatera Utara Yang Memiliki Rasa Unik Juga Enak
Nikmati Liburan Seru dan Unik di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah
Nikmati Liburan Seru Wisata Berkelanjutan 5 Desa Sekitar Labuan Bajo
Liburan Seru Dengan Jelajahi Pesisir Nongsa di Kampung Tua Bakau Serip, Batam
Inilah Rekomendasi 3 Resor Dengan Pemandangan Terbaik Di Waigeo, Raja Ampat Wajib Kunjung
Berikut Ini Rekomendasi 5 Kedai Kopi di Jakarta lebih Produktif dalam Bekerja