Ashtari : "Berkeliling" Lombok Melalui Hidangan Slow Food dan Real Food

photo author
Tim WartaPesona, Warta Pesona
- Sabtu, 14 Januari 2023 | 07:34 WIB
Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)
Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)

WartaPesona.com - Sebagian orang mengira bahwa nama Ashtari berasal dari bahasa Jawa kuno, namun nama tersebut sebenarnya diberikan oleh Morgan 25 tahun yang lalu, yang merupakan gabungan dari  kedua nama putranya. Nama kedua putranya adalah Asta dan Tarek yang diambil dari bahasa  yang ia pelajari ketika berusia 20 tahun, yaitu bahasa Swahili (bahasa Afrika Selatan).

Restoran Ashtari didirikan oleh pasangan Gaz dan Morgan yang terletak di atas bukit di antara teluk Kuta dan desa Prabu.

Gaz merupakan seorang surfer yang berasal dari Australia, dan Morgan merupakan seorang pecinta yoga dan meditasi yang berasal dari Inggris.

Baca Juga: Liburan ke Borobudur? Ini 9 Makanan Lezat Khas Magelang yang Bisa Dinikmati

Dikutip dari Pesona E-Magazine bahwa pasangan ini mulai bepergian pada tahun 70-an hingga pada akhirnya mereka jatuh cinta dengan daerah Lombok  Selatan dan memutuskan untuk menetap di sana pada akhir tahun 90-an.

Pada awalnya restoran Ashtari membuka pintunya untuk pertama kali pada tahun 2006 dengan hanya menyajikan hidangan utama berupa masakan vegetarian khas India.

Pada tahun 2012, sekelompok investor muda mengambil alih restoran ini, dan salah satu dari investor tersebut memutuskan untuk memindahkan lokasi restoran Ashtari ke jalan Mawun Prabu.

Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)
Restoran Ashtari, Lombok, NTB dengan hidangan Real Food dan Slow Food (Pesona E-Magazine)

Baca Juga: Inilah 4 Hotel Unik di Yogyakarta Yang Menawarkan Keindahan

Kini, seorang bernama Jean Marc Reynier yang menjadi pewaris restoran Ashtari.

Arsitektur dari bangunan restoran Ashtari terlihat sederhana dan terbuat dari bebatuan berwarna kuning kecokelatan yag terinspirasi dari bentuk konstruksi masia atau farmhouse Spanyol.

Restoran Ashtari dihiasi oleh pemandangan ocean view dari pantai Kuta Lombok, dan pulau Sumbawa yang dapat terlihat dari kejauhan ketika cuaca pada siang hari sedang cerah.

Hal ini  membuat Ashtari menjadi salah satu spot favorit bagi para pengunjung untuk berfoto.

Baca Juga: Kelezatan 10 Makanan Khas Sumatera Barat Yang Menggugah Selera

Ashtari memiliki misi untuk melestarikan lingkungan sekitar dan budaya lokal dengan menghormati alam dan mempromosikan sustainable agriculture, serta memperkenalkan gerakan slow food dan real food kepada para pengunjung.

Slow food menekankan cara memasak yang benar dan mengajak kita terlibat dalam prosesnya; mulai dari pemilihan bahan yang alami dan terpilih secara cermat, mengolah bahan tersebut dengan benar, kemudian menyantapnya dengan nikmat dan tidak terburu-buru.

Sementara itu, real food mendorong kita untuk mengonsumsi makanan secara utuh tanpa melalui proses pengolahan secara berlebihan, bebas dari segala jenis bahan kimia, dan kaya akan nutrisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tim WartaPesona

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X