Kampung Ketandan di jantung kota Malioboro ini setiap tahunnya menjadi pusat pergelaran perayaan Imlek di Yogyakarta.
Kawasan Jonker Street yang kaya bangunan lama abad 17, juga mirip dengan kawasan Malioboro di Yogyakarta.
Baca Juga: Ini lho pentingnya sarapan bagi anak dan orang dewasa, sumber energi otak dan mengatur berat badan
Jika di Jonker Street banyak ditemui bangunan lama peninggalan zaman Portugis, Malioboro kaya bangunan peninggalan zaman Belanda.
Adanya Klenteng tempat ibadah etnis Tionghoa, dan agama lain di Jonker Street, juga ada di Malioboro.
Klenteng Poncowinatan yang berada di utara kawasan Malioboro dan Fuk Ling Miao di Gondomanan, setidaknya juga membuat kota Yogyakarta ini makin mirip dengan Jonker Street di Melaka Malaysia.
Kesamaan lain adalah adanya kawasan kota di Jonker Street yang dihiasi mural beragam warna dan tema.
Yogyakarta pun banyak kawasan perkampungan dalam kota yang berhiaskan mural dengan aneka gaya lukisan.
Tak salah kiranya, jika berwisata ke Jonker Street di Melaka Malaysia akan terasa bagai bernostalgia di Kota Malioboro Yogyakarta sebelum berubah seperti sekarang. ***
Artikel Terkait
Adakan Pertemuan Indonesia Bahas Kerja Sama Jaminan Produk Halal dengan Malaysia
Sandiaga Uno : Wonderful Indonesia Kembali Bersinar di MATTA FAIR Malaysia Usai 3 Tahun Tidak Berpartisipasi
Sinergi Indonesia-Malaysia: Kolaborasi Asosiasi Pariwisata untuk Menguatkan Sektor Pariwisata di Era Baru
Kampung Tematik di Kota Malang jadi inspirasi pengembangan destinasi wisata alternatif, Malaysia tertarik
Wisata budaya ke desa perajin wayang kulit di Klaten Jawa Tengah, tak sekadar rekreasi biasa
Ayam Asam Pedas Melaka, kuliner khas Malaysia dengan kuah kental yang sedap disantap